Inilah Fakta-fakta Tentang Bom di Kampung Melayu

315
SEJUMLAH polisi membawa jenazah korban bom Kampung Melayu Jakarta, Kamis (25/5/2017). FOTO: DETIK.COM

SultengTerkini.Com, JAKARTA– Bom bunuh diri meledak di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (24/5) malam. Tiga polisi gugur menjadi korban dan 10 orang lainnya terluka.

Dua orang pelaku bom bunuh diri tewas di lokasi dan kini jenazahnya berada di RS Polri. Identitas keduanya belum diketahui.

Berikut fakta-fakta yang dihimpun detikcom tentang bom di Kampung Melayu hingga Kamis (25/5/2017) pagi:
1. Apa bahan peledak dan bagaimana kekuatannya?
Dari identifikasi awal, pelaku terduga bom bunuh diri diduga menggunakan bom panci. Polisi juga menemukan selembar struk pembelian panci yang terselip di saku pakaian yang diduga pelaku pemboman.

“Bahan peledak belum, tapi kalau serpihan-serpihan ini hampir sama yang di Bandung bom panci,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.
2. Kapan bom meledak?
Ada dua kali ledakan yang terjadi di Kampung Melayu pada Rabu (24/5) malam. Ledakan pertama terdengar pada pukul 21.00 WIB dan ledakan kedua berselang 5 menit setelahnya yaitu 21.05 WIB.
3. Di mana lokasi bom meledak?
Bom meledak di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Lokasi ledakan tepatnya adalah di depan toilet yang ada di area terminal tersebut.

Penjaga toilet itu, Tugimin (32) menuturkan saat ledakan bom yang pertama dia sedang berada di dalam toilet. Lalu dia mendengar ledakan.

“Saya saat itu berada di dalam toilet karena memang lagi jaga. Ada dua ledakan saat kejadian, pas ledakan pertama itu kenceng banget suaranya. Saya di dalam, hanya berbatasan dengan tembok saja, jaraknya sekitar 6 meter dari bom itu,” kata Tugimin.
4. Siapa korban dan pelakunya?
Bom di Kampung Melayu menewaskan 3 orang anggota polisi yaitu Ridho Setiawan, Taufan Tsunami, dan Imam Gilang Adinata. Jenazah ketiganya kini sudah dibawa ke rumah duka masing-masing.

Selain tiga korban tewas, ada 10 orang korban luka yang terdiri dari 5 orang anggota polisi dan 5 orang warga sipil. Sepuluh orang itu dirawat di 3 rumah sakit berbeda yaitu RS Premier Jatinegara, RS Hermina, dan RS Polri. Korban luka yang dirawat di RS Premier Jatinegara adalah Agung Nugroho, Jihan Thalib, Ferri Nurcahya dan Yogi Aryo.

Bom bunuh diri ini dilakukan oleh dua orang yang belum diumumkan identitasnya. Saat ini, jenazah keduanya ada di RS Polri.
5. Bagaimana efek bom ini?
Ledakan bom di Kampung Melayu terbilang kuat. Kesimpulan itu diambil polisi setelah melihat luka dari para korban.

“Dari hasil olah TKP dan diduga dari lukanya, tubuh bercerai berai, patut diduga dari akibat ledakan yang kuat,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto

Akibat bom tersebut, halte TransJakarta Kampung Melayu rusak. Kaca-kaca pecah dan hingga saat ini halte tidak beroperasi.

Di depan toilet yang menjadi lokasi ledakan juga terpakir motor hingga angkot. Hingga saat ini, ada 4 angkot rusak yang belum dievakuasi. (sumber: detik.com)

Silakan komentar disini...