Pantau Harga Pangan, Kepala KPPU Makassar dan Walikota Palu Sidak ke Pasar

499
KEPALA KPD KPPU Makassar, Sulawesi Selatan Ramli Simanjuntak (paling kanan) bersama Wali Kota Palu Hidayat (tengah) dan Kepala Perwakilan Wilayah Palu Bank Indonesia Miyono (baju batik) saat inspeksi mendadak di Pasar Inpres Manonda Palu, Kamis (1/6/2017). FOTO: FHIQRIYAWAN

SultengTerkini.Com, PALU– Kepala Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar, Sulawesi Selatan Ramli Simanjuntak melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional hingga pasar modern di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (1/6/2017).

Sidak itu dilakukan bersama Wali Kota Palu Hidayat dan Kepala Perwakilan Wilayah Palu Bank Indonesia dan pejabat terkait lainnya.

Sidak tersebut berlangsung di dua pasar di Kota Palu yakni Pasar Inpres Manonda mewakili pasar tradisional dan Carrefour Palu mewakili pasar modern.

Kepada sejumlah wartawan, Ramli Simanjuntak mengatakan, sidak tersebut untuk memantau dan menstabilisasikan harga pangan di Bulan Suci Ramadhan.

“Kita melakukan sidak karena untuk stabilitas harga terkait dengan bulan Ramadan ini. Khusus untuk Kota Palu, kita ada pantau tadi di Pasar Inpres dan pasar modern,” katanya.

Ia menuturkan, harga komoditi di pasar tradisional atau di pasar modern Palu saat ini masih terkendali.

“Di Pasar Inpres harga masih sangat terkendali, daging dan macam-macam semua masih stabil. Tadi yang kita cek sampai yang detail,” katanya.

Yang menjadi persoalan dalam sidak tersebut adalah harga dua bahan pokok yakni bawang putih dan telur.

“Bawang putih kemarin itu ada kenaikan, tapi sekarang sudah turun, cuma di pasar modern harganya agak naik,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemasok barang tersebut berasal dari Surabaya, Jawa Timur.

“Perlu saya sampaikan bahwa pemasoknya ini semua berasal dari Surabaya, termasuk untuk daerah Sulawesi, semua pemasoknya dari Surabaya,” tuturnya.

Ramli menambahkan, pihak KPPU sudah melakukan penyelidikan terhadap kartel bawang putih mulai Minggu pekan lalu.

“Itu yang kita lakukan di KPPU. Kartel bawang putih karena importirnya semua di Surabaya. Khusus untuk telur, juga ada kenaikan tadi, hampir Rp9.000 sampai Rp10.000 karena ada kenaikan dari pemasoknya, peternak-peternak ada kenaikan disana. Ini menjadi perhatian kita agar semua stakeholder diwanti-wanti dan akan saya cek nanti pemasoknya pabrikan telur dan yang lain-lainnya supaya ini bisa terkendali,” katanya.

Ramli berharap agar harga kebutuhan pangan di pasar tradisional maupun pasar modern tidak naik drastis.

“Saya berharap agar harganya jangan sampai tinggi sekali, yang wajar-wajar saja. Untuk masyarakat Kota Palu tidak perlu khawatir, stok ada, barangnya semua ada, kebutuhan ada dan tidak perlu panik bahwa barangnya tidak ada, semua barang ada. Semua suplayernya akan saya cari semua, bawang putih itu akan kita cek, siapa dari Surabaya, masuk kesini itu nanti akan kita cek. Harganya dari Surabaya sampai kesini (Palu) berapa, termasuk juga harga telur akan saya cek,” tegasnya. FIQ

Silakan komentar disini...