Untuk Pertama Kalinya, Irlandia Dipimpin PM Gay

258

LEO Varadkar, Perdana Menteri Irlandia yang mengaku gay. (Leo Varadkar Leadership Campaign)

SultengTerkini.Com, DUBLIN– Untuk pertama kalinya, Irlandia punya perdana menteri gay. Ia adalah Leo Varadkar yang terpilih memimpin negara, setelah memenangi kepemimpinan Partai Fine Gael.

Pria berusia 38 tahun itu menjadi Taoiseach (perdana menteri) gay pertama, sekaligus yang termuda di Irlandia.

Varadkar mengalahkan saingannya, Menteri Perumahan Simon Coveney, dengan perolehan unggul 60 persen suara memimpin partai petahana Fine Gael — partai terbesar dalam pemerintahan koalisi.

Varadkar akan menggantikan Enda Kenny sebagai pemimpin Partai Fine Gael yang menjabat sejak 2002, dalam beberapa pekan mendatang.

Sang PM baru ini adalah anak pasangan suami istri asal India dan Irlandia. Sang bunda adalah seorang perawat, sementara ayahnya dokter.

Liputan media atas kemenangannya terfokus pada latar belakang, usia, dan seksualitas Varadkar.

Mantan menteri Irlandia Utara, pemimpin Democratic Unionist Party (DUP), Arlene Foster, telah mengucapkan selamat kepada Varadkar melalui telepon. Demikian pula dengan PM Inggris, Theresa May, melalui sepucuk surat.

Setelah pengumuman pada Jumat, 2 Juni 2017 malam waktu setempat, pemimpin baru Partai Fine Gael itu mengatakan merasa terhormat menerima tantangan besar di masa depan dengan penuh kerendahan hati.

“…. Ketika ayah saya melakukan perjalanan 5.000 mil untuk membangun rumah baru di Irlandia, saya ragu dia pernah bermimpi anaknya akan tumbuh menjadi seorang pemimpin,” ucap Varadkar seperti dikutip dari BBC, Sabtu (3/6/2017).

Varadkar menuturkan, saingannya Simon Coveney telah membuat ia kagum akan prinsip dan semangatnya. Ia berharap bisa bekerja sama dengannya untuk membuat Partai Fine Gael dan Irlandia lebih maju.

Simon Coveney pun memberikan selamat kepadanya setelah hasil kemenangan itu diumumkan.

Varadkar yang mengumumkan diri sebagai gay saat proses referendum pernikahan sesama jenis pada 2015, sebelumnya bertugas menangani sistem kesejahteraan masyarakat. Ia pernah dikritik atas komentarnya tentang isu-isu progresif dan hak-hak pekerja.

Sistem pemilihan Irlandia ini menggunakan sistem electoral college, yang memberikan 65 persen suara untuk partai parlemen Fine Gael — terdiri dari 73 TDS (anggota majelis Irlandia), Senator, dan anggota parlemen. (sumber: liputan6.com)

Silakan komentar disini...