Cerita Masjid Indonesia di Belanda yang Awalnya Gereja

601
MASJID Al HIkmah, Den Haag, Belanda. FOTO: BLOGSPOT.COM

SultengTerkini.Com, BELANDA– Umat Islam Indonesia mendirikan sebuah masjid di Den Haag Belanda, yaitu Masjid al-Hikmah PS Indonesia. Masjid itu ternyata dulunya adalah sebuah gereja yang kemudian dijadikan masjid sebagai rumah ibadah umat Islam.

Rais Aam Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda, Kiai Hasyim menceritakan sejarah singkat berdirinya masjid tersebut. Menurut dia, pada awal tahun 1995, umat Islam Indonesia di Den Haag sedang mengumpulkan dana untuk mendirikan masjid, setelah musholah Al-Ittihad tidak dapat lagi menampung jamaah yang terus bertambah.

Kemudian, lanjut dia, salah seorang pengusaha Indonesia bernama Probosutedjo membeli bangunan Gereja Immanuel dan mewakafkan atas nama kakaknya almarhum RH Haris Sutjipto, yang wafat di Leiden, Desember 1995 setelah dirawat di Leiden.

Masjid tersebut lalu diserahterimakan Probosutedjo untuk umat Islam pada 1 Juli 1996. “Mengapa gereja? Untuk mendirikan bangunan baru di Belanda tidaklah mudah, sementara ketika itu banyak gereja yang tidak lagi difungsikan dan dijual kepada umum,” ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (10/6).

Menurut dia, masyarakat sekitar gereja lebih senang gereja itu dijadikan masjid daripada digunakan untuk kepentingan lain, diskotik misalnya. “Gereja Immanuel itu kini menjadi masjid. Lantai bawah digunakan untuk pengajian dan kegiatan remaja Islam. Lantai atas untuk shalat,” ucapnya

CIRI KHAS

Keramahan jamaah dan terbuka yang menjadi salah satu ciri khas Masjid Indoensia ini. Selain itu, setiap kegiatan seperti pengajian, kajian, bahtsul masail, ceramah dll selalu disediakan makanan khas Indonesia.

Menurut Kiai Hasyim, dalam berdakwah juga selalu mengedepankan dialog dengan menjunjung tinggi akhlakul karimah atau budi pekerti yang luhur dengan merangkul dan tidak memukul, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW .

Di masjid ini juga berinterior ala Islam Nusantara dan di setiap dinding bertuliskan kaligrafi ayat-ayat suci Al-Qur’an . “Kegiatan Istighasah, pembacaan surat yasin, tahlil dan pembacaan shalawat nabi (barzanji) juga menjadi salah satu ciri khas Masjid Al-Hikmah,” jelasnya. (sumber: republika.co.id)

Silakan komentar disini...