Antisipasi Terorisme, FKPT Sulteng Gelar Rembuk Kebangsaan Perempuan

168
STAF Ahli Gubernur Sulawesi Tengah Bidang Pemerintahan dan Hukum Hidayat Lamakarate saat membacakan sambutan Gubernur Longki Djanggola pada kegiatan Rembuk Kebangsaan Perempuan Pelopor Perdamaian di salah satu aula Hotel Palu, Kamis (15/6/2017). FOTO: HMS

SultengTerkini.Com, PALU– Perkembangan gangguan keamanan lingkungan, bahkan gangguan ketenteraman masyarakat masih saja terjadi. Walaupun Provinsi Sulawesi Tengah terbilang kondusif, namun harus tetap waspada dari hal-hal kejahatan kenakalan remaja dengan beragam modus yang telah merebak ditengah sendi-sendi kehidupan masyarakat.

“Karena aksi-aksi tersebut banyak memanfaatkan kelengahan kita, apalagi dalam situasi menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri mendatang. Hal seperti ini banyak dimanfaatkan kejahatan pencurian, atau yang lainnya yaitu menyebar teror agar masyarakat menjadi resah,” demikian kata Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dalam sambutannya yang disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Hukum Hidayat Lamakarate pada kegiatan Rembuk Kebangsaan Perempuan Pelopor Perdamaian di salah satu aula Hotel Palu, Kamis (15/6/2017).

“Dalam kondisi seperti ini harus tetap cerdas dalam menerimanya. Jangan cepat mudah terpengaruh yang belum pasti kebenarannya,” katanya.

Untuk itu semua komponen terkait, baik TNI maupun Polri dan juga aparatur pemerintah di daerah dan masyarakat, termasuk Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Tengah, mampu menyikapi fenomena yang setiap saat berkembang dan juga bagaimana kita dapat menghadapi teror atau hal-hal yang meresahkan masyarakat.

Ia berharap, kegiatan Rembuk Kebangsaan Perempuan Pelopor Perdamaian beserta seluruh peserta yang hadir akan memperoleh pengetahuan untuk menambah wawasan tentang nilai-nilai kebangsaan yang sesungguhnya serta tertanam dalam diri, agar menjadi paham dan dapat menangkal dari ciri-ciri yang dapat melunturkan nilai-nilai kebangsaan bahkan nilai-nilai keimanan.

Karena menurutnya, pengaruh zaman saat ini sangat kuat memasuki para generasi pelanjut, dan dengan mudahnya diikuti, dengan kondisi yang bisa membuahkan gangguan dan meresahkan masyarakat bahkan bangsa jika tidak dicegah.

“Oleh karena itu, saya berharap dengan kegiatan rembuk ini, kaum perempuan akan dapat turut berperan, yang diawali pada lingkungan terkecil yaitu dalam keluarga dalam hal pembinaan kepada anak-anak, yang pada akhirnya nanti bisa berperan pada lingkungan yang lebih luas, seperti antar tetangga hingga RT / RW dengan kegiatan-kegiatan yang dapat mengajak untuk menciptakan kondisi tenteram, dan secara tidak langsung akan memberi wujud kedamaian, yang kesemuanya ini tentunya tidak lepas dari dukungan semua pihak yang berkepentingan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKPT Sulteng, Muzakir Tawil mengatakan, para ibu-ibu memegang peranan penting dalam perdamaian karena melahirkan anak dan dapat membentuk seseorang yang memiliki kepribadian.

Kegiatan itu dipandu Nursangaji sekaligus sebagai ketua panitia pelaksana.

Adapun narasumber kegiatan itu diantaranya Managing Director Yayasan Prasasti Perdamaian, Siti Darojatul Aliah, Rita Safitri Lapasere serta narasumber lain. */SAH

Silakan komentar disini...