Sekretaris BPBD Parimo Ditemukan Meninggal Dunia di Kamarnya

867
SEKRETARIS Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah ditemukan meninggal dunia di kamar tidur rumahnya Jalan Magau Janggo, Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, Minggu (2/7/2017). FOTO: RAM

SultengTerkini.Com, PARIGI MOUTONG– Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah ditemukan meninggal dunia di kamar tidur rumahnya Jalan Magau Janggo, Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, Minggu (2/7/2017).

Korban bernama Hj Nur Afia Almahdali (53) tinggal sendiri tanpa keluarga di rumah dimana yang bersangkutan ditemukan.

Kapolres Parigi Moutong AKBP Sirajuddin Ramly yang ditemui wartawan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan, pihaknya menerima laporan dari keluarga korban dari Provinsi Gorontalo, yang sebelumnya telah lebih dulu datang mengunjungi rumah korban.

Menurut Kapolres Sirajuddin, kedatangan keluarga yang bersangkutan karena khawatir dengan kondisi korban saat dihubungi melalui telepon genggamnya beberapa hari sebelum Lebaran, dalam keadaan tidak aktif.

“Sebelum Lebaran korban dihubungi, tapi tidak ada respon. Makanya mereka (keluarganya) menuju ke Parigi, bermaksud mengunjungi rumah korban,” kata orang pertama di Polres Parimo itu.

Menurut dia, setelah tiba di rumah korban tidak ditemukan aktivitas di sekitar halaman rumahnya. Namun ketika keluarga korban mengetuk pintu rumah, dan mengecek bagian samping kanan rumah tercium bau yang sangat menyengat.

Tanpa memastikan apa yang terjadi di dalam rumah, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Parigi.

Kemudian pihak kepolisian segera mengambil tindakan dengan mengecek, dan benar ditemukan sesosok mayat wanita dengan tubuh yang sudah dalam kondisi membusuk.

Berdasarkan keterangan dokter yang membantu pihaknya melakukan pemeriksaan jenazah di TKP, diperkirakan korban telah meninggal dunia kurang lebih sepekan lamanya.

“Kami sudah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari keluarga, tetangga dan kami juga akan mengembangkan lagi, apakah ada saksi yang mengetahui korban meninggal dunia,” kata mantan Wakapolres Parimo itu.

Polisi belum bisa menyimpulkan apa penyebab kematian korban.

Namun, pihaknya terus melakukan penyelidikan dengan melakukan olah TKP.

Setelah dilakukan olah TKP, korban segera dibawa ke ruang mayat RSUD Anuntaloko Parigi untuk divisum. Setelah visum dilakukan, sekitar pukul 16:00 Wita keluarga korban langsung memakamkan korban di pemakaman umum belakang kantor Kelurahan Masigi.

Sementara itu, Gafur, warga Desa Pombalowo Kecamatan Parigi keluarga korban mengaku kaget dengan peristiwa tersebut.

Sebab, dipastikannya beberapa hari jelang Lebaran, korban sempat mendatangi rumahnya.

“Keluargaku ini kasihan. Berapa hari lagi Lebaran kemarin dia datang di rumah. Makanya saya kaget dengar berita ini,” katanya. RAM

Silakan komentar disini...