600 Perawat Honorer di Sulteng Tak Pernah Digaji

1743
SEKITAR 700 orang perawat honorer mengatasnamakan dirinya Forum Komunikasi Perawat Honor Provinsi Sulawesi Tengah berunjukrasa di depan Gedung DPRD provinsi setempat, Jalan Sam Ratulangi Palu, Jumat (7/7/2017). FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Ratusan tenaga perawat honorer yang tersebar di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) ternyata bekerja tetapi tidak pernah digaji.

Hal itu terungkap saat sekitar 700 orang perawat honorer mengatasnamakan dirinya Forum Komunikasi Perawat Honor Provinsi Sulawesi Tengah berunjukrasa di depan Gedung DPRD provinsi setempat Jalan Sam Ratulangi Palu, Jumat (7/7/2017).

Salah seorang orator dalam orasinya mengatakan, saat ini jumlah perawat honorer yang ada di Sulteng sebanyak  2.845 orang.

Namun sampai sekarang masih ada 600 orang diantaranya yang bekerja hanya berdasarkan surat keputusan sukarela atau tidak digaji.

“Kami minta hapuskan tenaga honorer sukarela, setuju?,” teriak orator yang dijawab setuju dari para demonstran.

Menurutnya, kedatangan ratusan perawat ke gedung DPRD Sulteng hanya untuk menuntut dan menyampaikan keluh kesah mengenai nasib kesejahteraan mereka.

Walaupun ada beberapa perawat yang digaji, namun besarannya masih jauh dari harapan mereka.

Ia mengatakan, ada beberapa perawat yang digaji per bulan hanya Rp500 ribu, sehingga kesejahteraan perawat menjadi harga mati untuk pemerintah perhatikan.

Adapun tuntutan pendemo yakni meminta kejelasan status tenaga perawat non PNS yang bekerja sebagai tenaga kesehatan di puskesmas, puskud atau instansi kota/kabupaten dan provinsi.

Tenaga perawat juga menuntut asuransi kesehatan atau jaminan kesehatan, mengingat besarnya risiko kerja dalam pelayanan kesehatan.

“Lucu, petugas kesehatan tetapi tidak punya jaminan kesehatan,” kata perawat lainnya.

Tak hanya itu, mereka juga meminta pemerintah memprioritaskan tenaga kesehatan perawat non PNS yang telah mengabdikan diri sebagai abdi negara yang sudah bekerja selama bertahun-tahun di bidang pelayanan kesehatan untuk diangkat menjadi CPNS.

“Hentikan perbudakan dalam profesi perawat,” tutur orator.

Sementara itu, para perwakilan perawat yang diterima sejumlah anggota DPRD Sulteng dan pihak Pemerintah Provinsi Sulteng di gedung DPRD setempat berjanji menindaklanjuti aspirasi mereka.

Usai berorasi, ratusan perawat itu dengan berjalan kaki kemudian kembali ke Taman GOR Jalan Mohammad Hatta tempat berkumpul dan awal dimulainya aksi para demonstran. CAL

Silakan komentar disini...