Rusak Dihantam Banjir, Pemerintah Diminta Segera Perbaiki Jembatan Panyapu di Tolitoli

450
INILAH kondisi jembatan gantung di Dusun Lima Panyapu Desa Galumpang, Kecamatan Dakopemean, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah yang rusak dan tidak bisa dilalui warga akibat diterjang banjir bandang pada 3 Juni 2017 lalu. FOTO: SABRAN

SultengTerkini.Com, TOLITOLI– Pasca banjir bandang yang menghantam Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah pada 3 Juni 2017 lalu mengakibatkan sebuah jembatan yang berada di Dusun Lima Panyapu, Desa Galumpang, Kecamatan Dakopemean roboh dan hingga kini belum ada perbaikan dari pemerintah setempat melalui instansi terkait.

Kondisi jembatan di Dusun Lima yang miring dan hampir roboh pasca diterjang banjir bandang bulan lalu hingga kini tidak bisa lagi difungsikan oleh warga.

Jembatan penghubung dusun tersebut merupakan akses satu-satunya yang digunakan sejumlah warga Dusun Panyapu untuk menjual hasil pertanian seperti kopra, cengkeh, dan kakao maupun membeli kebutuhan rumah tangga lainnya ke dusun tetangga yang berjarak kurang lebih 1 kilometer.

Jembatan gantung dengan panjang 60 meter lebih itu dikerjakan sejak setahun lalu oleh perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, sehingga baru setahun warga setempat dapat menikmati fasilitas jembatan untuk dilewati para warga.

Kepala Dusun lima Panyapu Desa Galumpang, Umar mengatakan, sebelum rusak, jembatan gantung tersebut sering digunakan oleh warga maupun para murid sekolah dasar dan guru yang mengajar di dusun tersebut dikarenakan ada salah satu sekolah yang berada di Dusun Panyapu.

Sementara ketika jembatan rusak dengan sangat terpaksa para warga murid sekolah dan para guru harus menyeberang sungai dengan arus yang deras.

“Kasihan warga disini pak, semenjak jembatan gantung rusak warga harus melewati sungai dengan kondisi arus air deras. Belum lagi ketika banjir datang dengan sangat terpaksa warga harus menunggu air agak surut baru bisa menyeberang,” ujar Umar kepada SultengTerkini.Com, Jumat (14/7/2017).

Umar berharap kepada instansi terkait agar secepatnya memperbaiki jembatan tersebut karena merupakan satunya-satunya akses warga sebagai penghubung antarkampung.

Karena di wilayah itu tidak ada lagi jembatan cadangan selain harus menyeberangi sungai dengan air yang deras, sehingga dikhawatirkan berdampak pada korban jiwa. SBR

Silakan komentar disini...