Gempa 5,9 SR di Gorontalo Dirasakan Kuat Hingga di Sulteng

450
ILUSTRASI

SultengTerkini.Com, GORONTALO– Hari Sabtu, 15 Juli 2017 pukul 19.12.21 WIB, wilayah Provinsi Gorontalo dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Moch Riyadi mengatakan, hasil analisis terkini BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan 5,9 skala richter.

Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan juga dirasakan di daerah Bone Bolango, Gorontalo.

Tak hanya itu gempa berpusat di Gorontalo juga dirasakan di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng) seperti Buol dalam skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Tolitoli II SIG-BMKG (III-IV MMI), dan Luwuk II SIG-BMKG (III MMI).

Guncangan gempa bumi itu dirasakan cukup kuat hingga banyak warga setempat berlarian keluar rumah.

Menurutnya, episenter terletak pada koordinat pada 0,45 LU dan 122,07 BT, atau tepatnya di laut pada jarak 111 km arah barat daya Gorontalo pada kedalaman 115 km.

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi Laut Sulawesi.

Hal ini katanya, sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukkan bahwa gempa bumi di lokasi tersebut memiliki mekanisme pensesaran naik (thrust fault).

Hingga pukul 22.12 Wita, hasil monitoring BMKG mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan sebanyak tiga kali yakni berkekuatan 3.2 SR pada pukul 20:20:45 Wita, 2,7 SR pukul 20:24:51 Wita, dan 2,4 SR pukul 20:32:25 Wita, yang pusatnya berada di Gorontalo.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Moch Riyadi.

Ia mengimbau kepada warga yang merasakan gempa agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. */CAL

Silakan komentar disini...