Polisi Hentikan Aktivitas Galian C PT MGIM di Poso

1224
SUASANA di lokasi perusahaan tambang galian C PT Multi Graha Istika Makmur (MGIM) di Desa Betalemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (19/7/2017). FOTO: IST

SultengTerkini.Com, POSO– Pihak Polres Poso di Sulawesi Tengah terus melakukan penyelidikan terhadap sejumlah perusahaan tambang galian C yang beroperasi di wilayahnya tanpa memiliki izin usaha produksi.

Penyelidikan polisi merupakan tindaklanjut atas  kebijakan Bupati Poso Darmin A Sigilipu yang  menghentikan pabrik tambang galian C milik PT Surya Baru Cemerlang (SBC) di Desa Meko, Kecamatan Pamona Barat atas dugaan tidak memiliki izin usaha produksi.

Selain penghentian sementara aktivitas galian C PT SBC di Desa Meko, hal yang sama juga dilakukan polisi terhadap perusahaan tambang milik PT Multi Graha Istika Makmur (MGIM) bukan Multigraha Estika Makmur (MEM) seperti yang diberitakan sebelumnya di Desa Betalemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan.

Sejumlah aparat Satuan Reskrim Polres Poso mendatangi lokasi perusahaan tambang dan langsung melakukan penyelidikan ke seluruh bagian ruangan.

Selain itu polisi juga mengambil sampel seluruh material galian C yang diduga diproduksi di tempat tersebut.

KBO Satreskrim Polres Poso Ipda Muhammad Ridzka saat ditemui wartawan di lokasi usai melakukan penyelidikan mengatakan, untuk sementara usaha produksi material galian C yang ada di PT MGIM harus dihentikan karena belum memiliki izin usaha produksi.

Menurutnya, aktivitas produksi galian C yang selama ini dilakukan oleh pihak perusahaan PT MGIM merupakan kegiatan ilegal.

Dimana perusahaan baru mengantongi izin eksplorasi dan bukan izin usaha produksi.

“Kami dari polres telah melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk meminta keterangan kepada pihak pemilik, serta para karyawan dan mengakui kalau izin yang mereka miliki masih eksplorasi, sehingga saya harus bertindak adil menghentikan sementara semua perusahaan yang belum mengantongi izin, namun telah melakukan produksi,” tegas Muhammad Ridzka.

Ia menuturkan, meskipun perusahaan PT MGIM mengangkut material tambang galian C dari lokasi legal atau memiliki izin, namun seluruh material tersebut tetap diangkut dan ditampung untuk produksi di perusahaan untuk diolah menjadi kerikil dan pasir sebelum didistribusikan ke proyek.

Pihak kepolisian mengakui aktivitas usaha produksi tambang galian C baik di PT SBC dan PT MGIM memiliki kesamaan.

Dimana keduanya sama-sama tidak memiliki izin usaha untuk produksi galian material galian C.

“Tugas polisi adalah untuk memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat dengan adil, tidak tebang pilih. Kalau memang mereka melakukan aktifvitas tidak sesuai dengan aturan berlaku, maka kami harus hentikan sementara sambil menunggu pengurusan izin produksi mereka selesai,” katanya.

Pihak Polres Poso juga mengakui penutupan sementara sejumlah perusahaan tambang galian C di wilayahnya secara tidak langsung ikut berdampak kepada terhambatnya sejumlah proyek pembangunan infrastruktur, baik berasal dari anggaran daerah ataupun dari pusat yang tersebar dalam kota hingga pelosok desa.

Polisi mengimbau kepada para pengusaha atau kontraktor yang sedang mengerjakan proyek agar mengambil material dari perusahaan tambang yang telah mengantongi izin produksi di Poso seperti PT Tunggal Mandiri Jaya (TMJ), PT Betalemba Mining, Tri Garden dan PT Bimo Sakti. FAZ

Silakan komentar disini...