Oknum PLN Diduga Paksa dan Ancam Pelanggan Ganti Meteran Listrik Pulsa

699
ILUSTRASI

SultengTerkini.Com, DONGGALA– Warga Kecamatan Sojol khususnya di Desa Siboang, Sulawesi Tengah mengeluhkan sikap oknum pimpinan PLN di desa itu terkesan mengancam warga agar mengganti meteran listrik lama yang selama ini mereka gunakan ke meteran pulsa.

Sebab jika tidak diganti, maka pihak PLN akan memutus listrik di rumah warga yang tidak bersedia mengganti meterannya.

“Ada kesan mereka (PLN) mengancam jika tidak diganti ke meteran pulsa, mereka akan putus listrik. Padahal ada juga memang warga yang tidak ingin mengganti meteran mereka ke meteran pulsa. Ini kan hak kita mau gunakan yang mana, iya kan. Kenapa mereka justru memaksa kami warga seperti ini?,” keluh salah seorang warga Siboang yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Jumat (21/7/2017).

Padahal kata warga tersebut, di beberapa desa di kecamatan lain seperti Kecamatan Damsol, masyarakat tetap ada yang menggunakan meteran yang lama tanpa mengganti ke pulsa.

Menurutnya, kebijakan yang diambil pihak PLN bersama dengan pemerintah desa setempat dinilai tidak mengakomodir kepentingan warga di desa itu. PLN dinilai hanya mementingkan kepentingan bisnis tanpa melihat kondisi masyarakat.

Meskipun memang di desa itu juga sudah ada sejumlah masyarakat yang setuju dengan penggantian meteran.

“Yang menjadi masalah adalah adanya semacam ancaman ke kami, kalau tidak diganti, maka akan ada tim dari pusat yang akan memutus listrik di rumah. Kemudian ketika kita akan meminta dipasangkan meteran pulsa, pihak PLN tidak akan melayani,” ujarnya.

Kepala desa setempat juga dituding tidak melakukan sosialisasi dengan baik terkait penerapan kebijakan penggantian meteran tersebut.

Terkait masalah ini, Kepala PLN Area Palu, Emir Muhaimin yang dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (21/7/2017) sore dan malam belum memberikan jawaban.

Sekaitan dengan ini, Pelaksana Tugas Plt Kepala Desa Siboang, Ibrahim yang dikonfirmasi mengakui jika dia dan sejumlah kepala desa sekitar, pernah diundang pihak PLN Tambu untuk membicarakan masalah penerangan listrik 24 jam di Desa Siboang, Tonggolobibi, Balukang dan Siwalempu.

Dia menjelaskan, pihak PLN berjanji memberikan pelayanan listrik selama 24 jam, dengan konsekuensi warga di sejumlah desa tersebut bersedia mengganti meteran mereka ke pulsa.

Terkait tudingan masyarakat tersebut, Ibrahim mengklaim bahwa pihak pemerintah desa sudah melakukan sosialisasi melalui penyampaian lisan yang dilakukan usai pelaksanaan sholat Jumat belum lama ini.

“Setelah selesai Salat Jumat kami sampaikan masalah itu. Kalau lewat forum lain misalnya di kantor desa itu tidak kami lakukan,” jelasnya. ALI/CAL

Silakan komentar disini...