Mobil Terjun ke Sungai Palu, Ternyata Sopirnya Terlibat Pembobolan Brankas

15814
SALAH satu pelaku pembobolan brankas (tangan diborgol) saat digelandang aparat di Mapolres Palu, Sulawesi Tengah, Senin (24/7/2017) siang. FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Warga Kota Palu dan sekitarnya dikejutkan dengan adanya sebuah mobil bernomor polisi DD 1470 VU yang dikendarai inisial LA terjun ke Sungai Palu dekat jembatan I, Sulawesi Tengah, Senin (24/7/2017) siang.

Informasi yang berhasil dihimpun SultengTerkini.Com menyebutkan, sang sopir bernama LA alias Tr (23), warga asal Maluku Utara itu diketahui ternyata adalah salah satu pelaku yang terlibat dalam kasus pembobolan brankas di Kota Palu.

Kasus itu terungkap setelah polisi mendapatkan informasi dan mencurigai adanya sebuah mobil yang tiba-tiba terjun di Sungai Palu dekat jembatan I pada Senin siang sekira pukul 12.30 Wita.

Dari keterangan LA, mobilnya terjun ke sungai lantaran takut akan ditilang polisi setelah sebelumnya menyerempet sebuah mobil di Jalan Pattimura.

LA pun kemudian kabur bersama mobilnya melalui Jalan Sulawesi bawah melewati tanggul pinggir sungai hingga terjun ke sungai.

Namun polisi tidak percaya begitu saja. Polisi pun lalu melakukan penyelidikan ke tempat penginapannya di salah satu hotel di Palu Barat setelah terdapat keanehan dari keterangan sopir mobil itu.

Setelah diselidiki, polisi akhirnya menemukan dua orang pemuda mencurigakan di sekitar hotel sedang berjalan membawa tas.

Setelah diinterogasi, kedua pemuda tersebut diketahui berinisial Hm dan An, tidak lain merupakan rekan LA, sang sopir yang mobilnya terjun ke sungai.

Tidak cukup sampai disitu, polisi lalu mengembangkan kasus itu dan akhirnya menangkap seorang pelaku lainnya berinisial Rm di Terminal Tipo yang rencananya melarikan diri ke Mamuju, Sulawesi Barat.

Setelah ditangkap dan digeledah, polisi menemukan dompet dan KTP yang di dalamnya terdapat identitas korban di tempat kejadian perkara (TKP) Kampus STIK-IJ Jalan Towua, Palu Selatan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Palu AKP Willian Harbensyah yang ditemui wartawan belum mau berkomentar banyak.

“Tunggu, masih dikembangkan,” katanya.

Sementara itu secara terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulteng Kombes Polisi Albert Teddy Benhard Sianipar yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Senin malam, membenarkan terungkapnya kasus pembobolan brankas di sejumlah TKP di Palu.

Menurut Albert Teddy, pelaku pembobolan brankas yang ditangkap itu berjumlah empat orang.

Mereka ditangkap oleh aparat gabungan dari Resmob Polda Sulteng dan Polres Palu.

Ia mengatakan, para pelaku merupakan warga pendatang yang baru tiba di Kota Palu sejak tiga hari yang lalu.

Selama tiga hari di Palu itu, mereka ternyata melakukan kejahatan pembobolan brankas sebanyak tiga kali di berbagai tempat.

“Mereka baru tiga hari di Palu. TKP-nya itu ada tiga, pertama di kampus STIK IJ, kemudian kampus IAIN Datokarama, dan di SMP Negeri 1 Palu,” kata orang pertama di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulteng itu.

Adapun barang bukti yang berhasil ditemukan aparat antara lain satu dompet kulit warna emas berisi berbagai macam kartu identitas dan ATM atas nama Asiyah, sejumlah telepon genggam, dan uang tunai sebesar Rp20 juta yang disimpan dalam tas.

Saat ini keempat pelaku bersama barang buktinya itu sudah diamankan aparat di Mapolres Palu untuk dikembangkan lebih lanjut. CAL

Silakan komentar disini...