Cabuli Siswi SD, Seorang PNS di Bunta Ditahan

613
Kepolisian Sektor Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah menangkap seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (tengah) di wilayahnya lantaran diduga mencabuli seorang siswi sekolah dasar. FOTO: IST

SultengTerkini.Com, BANGGAI– Kepolisian Sektor Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah menangkap seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayahnya lantaran diduga mencabuli seorang siswi sekolah dasar.

Kapolsek Bunta Iptu Chandra yang dikonfirmasi SultengTerkini.Com, Rabu (26/7/2017) membenarkan kasus itu.

Pelaku cabul itu berinisial SA alias Sm (50), PNS di kantor Dinas Pendidikan Kecamatan Bunta.

Saat ini polisi sudah menetapkan SA, warga Desa Bohotokon, Bunta itu sebagai tersangka kasus cabul.

Kapolsek Chandra mengatakan, tersangka SA ditangkap pada Selasa (25/7/2017) jam 10.30 Wita saat yang bersangkutan datang ke Mapolsek Bunta untuk diperiksa terkait laporan kasus tersebut dari pihak orang tua korban berdasarkan LP/55/VII/2017/Res bgi/Sek Bta tanggal 21 Juli 2017.

Berdasarkan keterangan saksi, tersangka SA melakukan pencabulan dengan cara mencium dan memegang kemaluan korban, sebut saja namanya Melati (11), siswi kelas 6 sekolah dasar.

Saat itu korban ingin menemui salah satu teman sekolahnya dengan berjalan kaki untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Kemudian pelaku dengan menggunakan sepeda motor menghampiri korban dan langsung dibawa masuk di salah satu ruangan kantor Balai Pertemuan Umum (BPU).

“Tersangka Samsu melakukan perbuatan tercelanya itu pada Jumat (21/7/2017) sekira pukul 15.00 Wita di salah satu ruangan kantor BPU Kecamatan Bunta saat selesai jam kantor,” ujar Chandra.

Tanpa menunggu lama, tersangka kemudian langsung mencium dan memegang kemaluan korban.

Setelah melakukan aksi bejatnya, kata Kapolsek, tersangka SA kemudian membawa korban pulang ke rumahnya dan memberinya uang sebesar Rp20 ribu.

Sampainya di rumah, korban kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.

Mendengar penjelasan dari anaknya, orang tua korban pun kemudian melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Bunta untuk ditindaklanjuti.

“Tersangka sekarang sudah ditahan. Barang buktinya itu ada sisa uang pemberian tersangka kepada korban sebesar Rp10 ribu,” tegas orang pertama di Polsek Bunta itu.

Atas perbuatannya tersangka SA dikenakan pasal 82 ayat 1 Undang-Undang (UU) RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. CAL

Silakan komentar disini...