Hidup Sebatang Kara, Seorang Tukang Becak di Tolitoli Dievakuasi Warga ke RS

2815
MEMET (51), pria sebatang kara yang bekerja sebagai tukang becak di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah itu dievakuasi warga setempat ke RSU Mokopido akibat penyakit asma yang dideritanya. FOTO: MOH SABRAN

SultengTerkini.Com, TOLITOLI– Memet (51) yang kesehariannya bekerja sebagai tukang becak terbaring lemah di Ruang Zaal Teratai I RSU Mokopido Tolitoli, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/7/2017).

Pria paruh baya sebatang kara itu dievakuasi ke rumah sakit setempat oleh warga Perumnas Kelurahan Baru akibat penyakit asma yang dideritanya.

“Saya diantar oleh warga Perumnas ke rumah sakit pada Rabu siang. Keluhan yang saya alami ini, dada saya rasa sesak disertai batuk,” keluh Memet ketika ditemui SultengTerkini.Com.

Memet lebih jauh menceritakan, sejak dirinya merantau ke Kabupaten Tolitoli tahun 1994 dirinya bekerja sebagai tukang becak.

Dirinya biasa mengantar jemput para pelanggannya yang rata-rata merupakan pelajar, dimana pekerjaannya dilakoni hingga saat ini.

“Saya di Tolitoli hidup cuma sendiri. Saya pernah punya istri, tapi sudah lama cerai dan saya tidak punya anak,” ujar Memet sambil berurai air mata.

Pria kelahiran Bekasi, Jawa Barat itu mengaku, di umurnya yang sudah memasuki setengah abad itu, mengeluhkan kondisi kesehatannya yang menurun dikarenakan faktor usia.

Sehingga dirinya tidak bisa lagi seperti dulu yang kuat mengayuh becak, pada saat awalnya datang ke daerah dengan julukan kota cengkeh ini.

Dengan kondisi masih lemah dan terbaring dengan tangan terinfus, dirinya sangat berterima kasih kepada warga yang sudah mengantarnya ke RSU meskipun tidak ada hubungan keluarga.

“Saya bingung pak. Saya tidak punya biaya masuk disini karena saya tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat, makanya dengan belas kasihan dari beberapa donatur akhirnya saya bisa dirawat,” ucapnya.

Memet menambahkan, dirinya masih bingung dengan biaya selama perawatannya di RSU Mokopido.

Dia berharap, setidaknya ada bantuan dari instansi terkait untuk meringankan biaya perawatannya.

Pantauan SultengTerkini.Com di RSU Mokopido Tolitoli, sejumlah guru dan para dermawan satu per satu menjenguk Memet serta memberikan dukungan bagi kesembuhannya sambil memberikan bantuan seadanya. SBR

Silakan komentar disini...