Pelayanan PLN Dikeluhkan, Listrik di Sojol Padam 18 Jam

267
SEORANG penjaga warung hanya diterangi dengan lentera lantaran pemadaman listrik. FOTO: IST

SultengTerkini.Com, DONGGALA– Setelah sempat menikmati listrik menyala 12 jam selama waktu ibadah puasa sebulan lamanya, kini warga di wilayah Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah harus kembali mengalami listrik menyala hanya enam jam saja.

Jika selama bulan puasa kemarin, listrik di wilayah tersebut menyala mulai pukul 18.00 hingga pukul 06.00 Wita.

Pasca lebaran, listrik yang mulai masuk di Kecamatan Sojol sejak tahun 1998 akan kembali menyala seperti semula, enam jam per hari.

Kondisi yang berlangsung selama belasan tahun ini sudah sekian lama dikeluhkan warga di Desa Siboang dan desa-desa tetangga yang menggantungkan listrik ke perusahaan listrik negara tersebut.

Warga setempat juga sudah bosan dengan janji-janji pimpinan PLN Sub Ranting Siboang yang mengatakan segera memberikan pelayanan listrik kepada warga selama 12 jam hingga 24 jam.

Kini, kondisi tersebut sudah berlangsung begitu lama. Hingga saat ini, upaya menghadirkan listrik selama 24 jam di wilayah itu tinggal janji-janji belaka.

Ridwan misalnya, warga di Desa Tonggolobibi mengatakan, dirinya tidak bisa mengembangkan bisnis meubel yang dikelola dengan baik karena bergantung pada ketersediaan listrik.

Sementara, layanan listrik oleh PLN setempat hanya menyala pada waktu magrib hingga tengah malam.

Kondisi seperti ini kata dia, membuat usaha menengah yang digeluti tidak berkembang.

Yang terjadi justru usaha meubelnya tutup. Tidak hanya itu, pemadaman listrik secara total juga pernah terjadi di wilayah itu.

Sepekan lamanya listrik tidak menerangi wilayah Siboang dan sekitarnya.

PLN kala itu berdalih jika mesin diesel mereka mengalami kerusakan.

Yang paling dikeluhkan warga adalah kondisi seperti ini terjadi berulang-ulang.

Alasan PLN sub ranting Siboang tersebut selalu sama, mesin diesel mengalami kerusakan.

“Kenapa kondisi seperti ini terus terjadi berulang – ulang seolah tidak ada perhatian. Sudah belasan tahun kami menikmati listrik hanya enam jam saja,” keluh Ikbal, salah satu warga di Siboang kepada wartawan, Senin (3/7/2017).

Ia menceritakan, beberapa tahun lalu listrik di wilayah itu pernah padam selama sepekan lebih.

Alasannya tetap sama, kerusakan mesin diesel. Sedangkan pembayaran listrik tetap tidak mengalami penurunan.

Warga setempat menyayangkan komitmen PLN yang terkesan memberikan ‘perbedaan’ layanan listrik kepada warga setempat.

Pasalnya, kondisi listrik di kecamatan sebelum Sojol justru tidak demikian.

Hal inilah yang membuat warga setempat begitu kesal selama belasan tahun.

Meskipun saat ini, sudah ada upaya PLN untuk menghadirkan listrik yang semakin baik di wilayah Sojol. ALI

Silakan komentar disini...