Pasca Penembakan, Danrem 132/Tadulako: Warga Parimo Tetaplah Berkebun, Jangan Takut!

268
KOMANDAN Korem 132/Tadulako selaku Wakil PJKO Satgas Ops Tinombala Kolonel Inf Muhammad Saleh Mustafa didampingi Kepala Penrem 132/Tadulako Mayor Dedi Afrizal saat berbincang-bincang dengan para jurnalis di Koramil Parigi. FOTO: PENREM

SultengTerkini.Com, PARIGI MOUTONG– Efek tekanan dari Satuan Tugas Operasi (Satgas Ops) Tinombala oleh pihak kepolisian dibantu oleh TNI untuk mematikan jalur logistik sisa kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan almarhum Santoso di Kabupaten Poso membuat kelompok ini semakin terdesak hingga mulai bergeser ke daerah pegunungan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Akibat tekanan dari Satgas Tinombala ini membuat kelompok ini berusaha mempertahankan hidupnya di wilayah yang baru dengan menghalalkan segala cara walaupun harus dengan langkah membunuh masyarakat yang tidak mau memberikan logistik kepada mereka.

Aksi kekerasan kelompok MIT ini dapat terlihat dengan terjadinya penembakan oleh anggota kelompok ini kepada seorang warga Desa Parigimpu di Pegunungan Pora, Desa Parigimpuu.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 3 Agustus 2017 pagi sekitar pukul 09.00 Wita.

Korban adalah warga di Desa Parigimpuu atas nama Simson alias Suju (30).

Korban tewas ditembak oleh kelompok MIT sisa DPO akibat melakukan perlawanan saat ditodongkan senjata laras panjang oleh kelompok tersebut yang mendatangi korban untuk meminta makan.

Kejadian ini mengakibatkan timbulnya keresahan dan ketakutan masyarakat desa yang memiliki lahan kebun di pegunungan sekitar Pegunungan Pora tersebut, khususnya kepada keluarga korban, karena korban adalah tulang punggung untuk menghidupi keluarganya.

Menyikapi kejadian ini, Komandan Korem 132/Tadulako selaku Wakil PJKO Satgas Ops Tinombala Kolonel Inf Muhammad Saleh Mustafa dalam perbincangannya dengan  para jurnalis di Koramil Parigi mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak perlu takut dan khawatir.

Aparat Polri dan TNI selalu siap untuk melindungi masyarakat.

“Masyarakat yang akan berkebun ke pegunungan tidak usah takut, tetaplah berkebun seperti biasa dengan body sistem jangan sendiri-sendiri, apabila di atas bertemu dengan anggota TNI dan Polri masyarakat jangan lari, laporkan tujuannya ke atas agar masyarakat tersebut dapat dilindungi oleh aparat TNI/Polri yang ada di atas tersebut,” jelas Danrem Saleh Mustafa.

Selain itu Danrem juga mengimbau agar seluruh masyarakat segera melaporkan kepada aparat TNI/Polri ataupun pemerintah setempat yang terdekat apabila melihat orang-orang yang tidak dikenal di sekitarnya.

“Kami meminta masyarakat Parigi Moutong tetap tenang. Jangan terprovokasi dengan isu-isu yang muncul. Jangan takut, dan tidak usah khawatir. Kami mengimbau, jika ada orang mencurigakan untuk segera melaporkan kepada aparat keamanan agar mempercepat penangkapan pelaku,” ujar Danrem Saleh Mustafa mengakhiri perbincangannya. */CAL

Silakan komentar disini...