BI Sulteng Serahkan Bantuan ATBM ke Kelompok Perajin Tenun di Donggala

215
PIHAK Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah foto bersama peserta Pelatihan Peningkatan Mutu Produk dan Pengembangan UMKM Industri Kreatif Tenun Ikat Donggala untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Gedung Kasiromu KPw BI Sulteng, Senin (4/9/2017). FOTO: HAFSAH

SultengTerkini.Com, PALU– Pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah (KPw BI Sulteng) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Mutu Produk dan Pengembangan UMKM Industri Kreatif Tenun Ikat Donggala untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah berlangsung di Gedung Kasiromu KPw BI Sulteng, Senin (4/9/2017).

Kepala Perwakilan BI Sulteng Miyono menjelaskan, ekonomi Sulteng saat ini perlu mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Perekonomian Sulteng dalam beberapa tahun terakhir lebih mengandalkan pada sumber daya alam.

Oleh karenanya, seiring dengan penurunan harga komoditas di pasar internasional, tren pertumbuhan ekonomi Sulteng juga semakin melambat.

“BI Sulteng melihat pengembangan industri kreatif tenun ikat Donggala dapat menjadi salah satu alternatif sumber pertumbuhan ekonomi baru yang cukup berpotensi di Sulteng,” terangnya.

Ia berharap melalui pelatihan ini, kualitas produk tenun ikat Donggala yang dihasilkan oleh pelaku usaha UMKM binaan BI Sulteng akan semakin meningkat, sehingga juga bernilai tinggi.

Pada kesempatan tersebut, BI Sulteng juga menyerahkan bantuan 15 Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) senilai Rp92 juta kepada kelompok perajin Torasabe yang berdomisili di Desa Loli Tasiburi, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) antara KPw BI Sulteng dengan UKM Indo Sutera Mandiri.

Melalui perjanjian ini, UKM Indo Sutera Mandiri akan menjadi mitra untuk memfasilitasi pemasaran hasil produk para pengrajin sekaligus sebagai mentor.

Kegiatan pelatihan akan dilaksanakan selama 10 hari (4-14 September 2017) yang dipusatkan di workshop milik UKM Indo Sutera Mandiri di Jalan Mangga Nomor 19 C, Kota Palu.

Adapun narasumber pelatihan ialah Musbihin, yaitu salah satu penggiat tenun/batik dari Kota Jepara, Jawa Tengah.

Narasumber tersebut memiliki keterampilan dan keahlian dalam melakukan pewarnaan kain/benang tenun yang tidak luntur, agar kualitas tenun ikat Donggala yang dihasilkan oleh perajin semakin baik dan bernilai. SAH

Silakan komentar disini...