Jelang TDCC 2017, Gubernur Sulteng Ikuti City Tour Celebes

337
DALAM rangka menyemarakkan event Tour De Central Celebes pada 6-8 November 2017, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah, sejumlah kepala sekolah dan pelajar mengikuti City Tour Celebes, Jumat (3/11/2017). FOTO: IST

SultengTerkini.Com, PALU– Dalam rangka menyemarakkan event Tour De Central Celebes (TDCC) pada 6-8 November 2017, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah, sejumlah kepala sekolah dan pelajar mengikuti City Tour Celebes, Jumat (3/11/2017).

Kepala Bidang Promosi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulteng, Muhsin Pakaya mengatakan, sebelum berlangsungnya puncak acara TDCC, semua pihak ikut mengayuh sepeda dengan rute di depan kantor Gubernur Jalan Sam Ratulangi terus ke Jalan Yos Sudarso berbelok ke Jalan Komodo tembus ke Kampung Nelayan dan finish di Patung Kuda langsung disambut yel-yel para panitia yang berada di Anjungan Nusantara Palu, Kamis (2/11/2017).

Perhelatan TDCC sendiri sebagai sarana publikasi dan promosi Sulteng di tingkat nasional dan internasional agar dapat mendorong menjadi tujuan wisata dan investasi di Sulteng serta mempromosikan Kepulauan Togean sebagai destinasi wisata unggulan.

“Melalui event balap sepeda berskala internasional ini, juga mengajak pembalap dan masyarakat untuk bisa menikmati tempat-tempat wisata unggulan Sulawesi Tengah. Destinasi wisata di Sulteng sangat potesial seperti Pusentasi, Jembatan Palu, Gunung Gawalise, Cagar Alam Morowali, Taman Nasional Lore Lindu, Tugu Perdamaian, Danau Poso, Kepulauan Togean dan lainnya,” ujar Muchsin Pakaya.

Nantinya ajang balap sepeda di bawah pengawasan United Cycling Internationale (UCI) diikuti 10 tim pembalap sepeda internasional dari 12 negara yang berasal dari Kanada, Singapura, Malaysia, Korea, Belanda, Kuwait, Sri Lanka, Vietnam, Filipina, Thailand, Brunei, Perancis serta lima tim pembalap sepeda nasional.

“Tidak hanya menyedot kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara event ini juga mampu menggerakkan ekonomi daerah dan mendorong perbaikan infrastruktur,” katanya.

Sementara Race Direktur TdCC, Hasan mengatakan TDCC 2017 akan menempuh jarak sepanjang 491.4 kilometer (km) terbagi menjadi tiga etape.

Pada etape pertama, para pembalap akan melintasi Kabupaten Tojo Unauna sampai Kabupaten Poso dengan jarak 192 km.

Etape dua menempuh jarak 143.6 km akan melewati Kabupaten Poso dan Kabupaten Parigi Moutong.

Di etape terakhir, para pebalap akan menempuh jarak 143.3 km yang melintasi Kabupaten Parigi Moutong hingga Kabupaten Sigi dan Kota Palu.

Sementara itu, Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengatakan, kunjungan wisatawan ke Provinsi Sulteng pada tahun 2016 mencapai 57.461 dan wisatawan nusantara 3.019.448.

Tahun ini, diproyeksi akan meningkat dengan target wisatawan mancanegara 75.000 serta wisata nusantara 3.757.841.

“Semoga dengan adanya event ini, jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat secara signifikan,” katanya.

Longki Djanggola juga memaparkan, selain balap sepeda, terdapat pula berbagai kegiatan pendukung yang akan diselenggarakan di lokasi start maupun finish di masing-masing etape seperti Festival Seni dan Budaya serta beberapa both pameran.

“Event ini juga mendorong masyarakat lokal untuk tampil di pertunjukan aneka seni musik, tari dan budaya yang ada Sulawesi Tengah. Nantinya akan disaksikan para pembalap mancanegara,” ujar Longki Djanggola.

DISIAPKAN PENERJEMAH

Sementara itu, peserta TDCC tidak mesti khawatir kesulitan melakukan komunikasi karena Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menyediakan penerjemah yang diambil dari para guru bahasa Inggris profesional di wilayahnya untuk mendampingi peserta selama berada di Sulteng pada 6-8 November 2017.

“Dinas Pendidikan Kota Palu telah menyediakan ‘guide’ yang diambil dari guru-guru Bahasa Inggris dalam mendampingi peserta nanti ketika sudah berada di garis finish untuk mengikuti ‘gala dinner’ di lokasi Kampung Kaili,” kata Wali Kota Palu Hidayat di Palu, Kamis malam di Anjungan Nusantara Palu.

Para penerjemah itu dibutuhkan, sebab 15 tim pesepeda wisata dalam TDCC itu berasal dari sejumlah negara di Asia dan Eropa.

Ia menuturkan, gala dinner yang disediakan Pemkot Palu sebagai bentuk jamuan kepada para peserta dan tamu-tamu lainnya setelah tiga hari bersepeda menaklukan rute yang melintasi tiga kabupaten.

“Acara ini untuk menghibur mereka, setelah menempuh jarak lebih 400 kilometer dalam tiga etape yang tentu melelahkan,” kata Hidayat.

Peluang ini juga akan dimanfaatkan untuk mengenalkan dan mempromosikan kekayaan seni dan budaya masyarakat Kaili dan berbagai etnis yang hidup di kota ini.

Pemkot Palu, kata Hidayat, telah melakukan persiapan-persiapan untuk menyambut para peserta nanti.

Soki-soki, sebuah lokasi kuliner tradisional masyarakat Kaili di Anjungan Nusantara, Pantai Talise, merupakan lokasi yang cocok untuk menjamu para peserta dan tamu-tamu dalam suasana tradisional.

“Kami sengaja memilih Soki-soki ini untuk lokasi ‘gala dinner’ nanti. Suasana tradisional ini saya kira menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka, terutama pengunjung mancanegara,” kata Hidayat lagi.

Untuk menambah kemeriahan suasana ramah tamah nanti, Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan menyediakan produk-produk kerajinan khas Kota Palu untuk dipamerkan pada kegiatan di Kampung Kaili itu.

Lokasi ‘Kampung Kaili’ yang dibangun saat Festival Palu Nomoni terus disempurnakan dan dijaga kebersihannya untuk menjaga daya tariknya karena semakin banyak dikunjungi warga. SAH

Silakan komentar disini...