Dishub Palu Segera Bentuk Satgas Perparkiran

139
Setyo Susanto

SultengTerkini.Com, PALU– Masalah perparkiran di Kota Palu, Sulawesi Tengah hingga kini masih menjadi buah bibir masyarakat setempat menyusul maraknya tukang parkir liar dan bahkan masih ditemukan juru parkir yang masih di bawah umur.

Hal itu menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kota Palu yang sekarang ini telah mendesain sistem perparkiran, sehingga kedepan tidak ada lagi kerancuan dilapangan.

Tak kalah pentingnya lagi bahwa pendapatan dari retribusi parkir bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palu.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu Setyo Susanto saat ditemui SultengTerkini.Com di ruang kerjanya, Rabu (29/11/2017) mengatakan, terkait dengan sistem pengelolaan perparkiran di Kota Palu, saat ini pihaknya sudah menyiapkan sistem pengelolaan satu pintu.

Dengan harapan sistem ini bisa berjalan dengan baik, lebih efektif dan terarah serta lebih maksimal pendapatannya.

“Kami sudah mendesain sistem perparkiran di Kota ini. Selain menata sistem pengelolaannya, kami juga sudah menyiapkan kelengkapan atribut bagi para juru parkir dengan maksud untuk menghindari adanya juru parkir yang ilegal. Semuanya itu kita lakukan dalam rangka peningkatan layanan publik sesuai petunjuk dan arahan walikota Palu yang menginginkan agar sistem perparkiran di Kota Palu segera ditata dan dibenahi dengan merubah formasi,” kata Setyo Susanto.

Pihaknya juga telah bekerjasama dengan aparat kepolisian, TNI, POM dan Pol PP dengan membentuk Satuan Tugas yang nantinya akan bekerja secara maksimal dalam melakukan pengawasan dilapangan secara intens setiap hari.

Demikian halnya terkait pengumpulan dana retribusi, pihaknya juga sudah menjalin kerjasama dengan para pengelola parkir kawasan untuk bersama-sama menata sistem perparkiran di wilayahnya.

“Jadi untuk parkir kawasan, ada yang dikelola langsung oleh pemilik area atau portal dan adapula yang diserahkan sepenuhnya kepada para juru parkir. Sementara parkir yang di pinggir jalan itu sistem pengelolaannya diserahkan sepenuhnya pada juru parkir dengan pembagian 20-30 persen dari pendapatan per hari dan harus disetorkan setiap hari agar tidak terjadi penunggakan setoran retribusi bea parkir,” katanya.

Karena itu di awal 2018 ini katanya, diharapkan sistem tersebut sudah bisa diterapkan.

Dengan pengendalian dan pengawasan oleh satgas parkir yang setiap harinya akan melakukan monitoring secara intens sebanyak 3-4 kali.

“Harapannya dengan perubahan formasi sistem pengelolaan parkir yang sudah didesain sedemikian rupa, sehingga dapat meningkatkan PAD Kota Palu dari sisi retribusi bea parkir,” pungkasnya. SAH

Silakan komentar disini...