Gempa Guncang Donggala 3,8 SR dan Banggai 5,5 SR

187
ILUSTRASI

SultengTerkini.Com, DONGGALA– Wilayah Tambu, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dan daerah di sekitarnya diguncang gempabumi tektonik, Kamis (7/12/2017) dini hari pukul 00:42 Wita.

Kepala Stasiun Geofisika Klas I Palu, Petrus Demon Silli kepada jurnalis, Kamis, menjelaskan, hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempabumi yang terjadi berkekuatan 3,8 Skala Richter (SR).

Ia mengatakan, lokasi pusat gempa berada di Teluk Tambu, 4 kilometer (km) arah barat Tambu, Donggala pada koordinat 0.05 LS-119.84 BT kedalaman 16 kilometer.

“Ditinjau dari lokasi episentrum dan kedalaman sumber gempa, penyebab gempa ini diperkirakan terjadi akibat aktivitas Sesar Tambu,” katanya.

Getaran gempabumi diperkirakan dirasakan pada skala II SIG (Skala Intensitas Gempabumi) BMKG atau setara III MMI di Tambu dan daerah di sekitarnya yang berdekatan dengan lokasi sumber gempabumi.

Pada skala ini digambarkan getaran dirasakan oleh orang banyak, tetapi tidak menimbulkan kerusakan, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, jendela kaca bergetar.

Berdasarkan informasi masyarakat yang diterima di BMKG, getaran gempabumi dirasakan sangat lemah (I SIG BMKG / II MMI) di Donggala.

Terkait dengan peristiwa gempabumi tersebut, masyarakat di sekitar lokasi sumber gempa bumi diimbau tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi berkekuatan relatif kecil dan tidak berdampak merusak.

Sementara itu sebelumnya, pada Rabu (6/12/2017) pukul 23.06.57 WIB, wilayah Kabupaten Banggai dan sekitarnya juga diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisis pemutakhiran oleh BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan 5,5 SR.

Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Moch Riyadi, episenter terletak pada koordinat 0,65 LS dan 123,73 BT tepatnya di laut pada jarak 35 km arah timur laut Kota Teku, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah pada kedalaman 27 km.

Riyadi menjelaskan, dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa guncangan berpotensi dirasakan di Banggai, Gorontalo pada skala II SIG-BMKG (III MMI), Luwuk dan Kotamobagu pada skala I SIG-BMKG (II-III MMI).

Sementara laporan masyarakat menunjukkan gempa dirasakan di Ampana, Morowali, Gorontalo dan Manado pada skala I SIG-BMKG (II MMI).

“Guncangan gempa ini diperkirakan belum menimbulkan dampak kerusakan bangunan rumah,” katanya.

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Batui (Batui Thrust).

Ini sesuai dengan hasil analisis mekanisme sumber yang menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh adanya penyesaran dengan mekanisme Oblique naik, yaitu penyesaran kombinasi pergerakan mendatar dan naik.

Hingga pukul 23.46 WIB, hasil monitoring BMKG  menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak dua kali dengan kekuatan yang lebih kecil.

Untuk itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Banggai dan sekitarnya agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. CAL

Silakan komentar disini...