Tiga Perempuan AS Tuduh Trump Menggerayangi Mereka

345
(Kiri-kanan) Jessica Leeds, Samantha Holvey, dan Rachel Crook. FOTO: GETTY IMAGES

SultengTerkini.Com, WASHINGTON DC– Tiga perempuan yang menuduh Presiden AS Donald Trump telah melakukan perbuatan seksual paksa terhadap mereka, menyerukan Kongres melakukan penyelidikan resmi.

Dalam jumpa pers New York City, ketiganya menuduh Trump meraba-raba, menggerayangi, mencium paksa, mempermalukan atau melecehkan mereka.

Ketiganya – Jessica Leeds, Samantha Holvey, dan Rachel Crooks – sudah memapar secara rinci tuduhan mereka sebelumnya dalam acara televisi.

Gedung Putih mengatakan bahwa para perempuan tersebut melontarkan ‘pengakuan palsu.’

Konferensi pers Senin (11/12/2017) pagi diselenggarakan oleh Brave New Films, yang bulan lalu merilis sebuah film dokumenter, 16 Women and Donald Trump, tentang berbagai tudingan dari sejumlah perempuan.

Tuduhan mereka sekarang ditelan berbagai keriuhan politik, namun belakangan mendapat angin baru setelah bangkitnya gelombang baru pengungkapan pelecehan dan serangan seksual oleh sejumlah tokoh masyarakat terkenal sejak jatuhnya produser Hollywood Harvey Weinstein.

Leeds, Holvey dan Crooks awalnya mengungkapkan pengakuan mereka secara terpisah sebulan sebelum pemilihan presiden AS tahun lalu.

Pada NBC News pada hari Senin, Samantha Holvey mengatakan bahwa Trump memelototinya dan para peserta kontes kecantikan Miss USA lain dengan cara tertentu. Trump adalah pemilik penyelenggaraan kontes itu.

Mantan Miss North Carolina, yang saat itu berusia 20 tahun, mengatakan “dia menjajarkan kami semua” dan “menatap saya seakan saya hanyalah sepotong daging”.

“Ini membuat saya merasa sangat rendah,” kata Holvey kepada pembawa acara NBC, Megyn Kelly.

Kepada wartawan, Holvey berkata: “Kongres telah menyelidiki anggota Kongres lainnya, jadi saya pikir merupakan hal yang adil andai dia (Trump) juga diselidiki.

“Ini bukan masalah politik partisan. Ini tentang bagaimana perempuan diperlakukan setiap hari.”

Lain lagi Jessica Leeds, sekarang berusia 70-an tahun, mengatakan bahwa saat berusia 38, dia duduk di samping Trump di kabin kelas satu dalam penerbangan ke New York dan Trump secara seksual menyerangnya.

Leeds berkata: “Dia menerjang saya.”

Dia bilang dia mengungkapkan hal itu karena: “Saya ingin orang tahu, manusia seperti apa Trump sebenarnya, betapa dia adalah seorang cabul.”

Adapun Rachel Crooks mengatakan bahwa Trump memaksa mencium bibirnya di depan lift di Trump Tower saat dia berusia 22 tahun.

Saat itu ia bekerja sebagai resepsionis di sebuah perusahaan real estat yang berkantor di sana.

“Saya terguncang,” katanya. “Hati saya tercabik-cabik.”

Gedung Putih menanggapi dengan mengatakan: “Tuduhan palsu ini, yang sepenuhnya terbantahkan oleh para saksi mata, dibahas secara panjang-lebar selama kampanye tahun lalu, dan rakyat Amerika menyuarakan penilaian mereka dengan memberikan kemenangan besar (bagi Trump).

“Kekonyolan dan waktu dilontarkannya tudingan-tudingan palsu ini sudah menunjukkan maksudnya dan tur publisitas ini makin menegaskan lebih jauh motif politik di belakang mereka.”

Presiden Trump sudah menyangkal tuduhan-tuduhan tersebut tahun lalu dan menyatakan akan menuntut para penuduh, meski ia belum juga melakukannya.

Namun, akhir pekan lalu, duta besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Nikki Haley, mengatakan bahwa para penuduh itu “harus didengarkan”.

Berbicara kepada CBS News, Nick Haley mengatakan bahwa dia “sangat bangga pada kaum perempuan yang maju ke depan” mengungkapkan apa yang mereka alami.

Sementara itu, senator Partai Demokrat Cory Booker dari New Jersey, Jeff Merkley dari Oregon dan Kirsten Gillibrand dari New York – menyerukan Trump untuk mengundurkan diri terkait tuduhan tersebut.

Saat kampanyenya yang sukses tahun lalu, sebuah rekaman video yang bocor ke publik, menunjukkan Trump yang sesumbar tentang merogoh vagina perempuan.

Dalam sebuah pengakuan lain, Summer Zervos, mantan kontestan dalam acara televisi The Apprentice yang dimiliki Trump menuduh Trump melecehkannya pada 2007.

Perempuan yang kini berusia 41 tahun tersebut mengatakan bahwa Trump melakukan penyerangan seksual saat bertemu dengannya untuk membicarakan kesempatan kerja di hotel di Beverly Hills.

Zervos mengatakan bahwa Trump “mendorong-dorongkan alat kelaminnya” saat dia berusaha menolak rayuan Trump.

Presiden Trump juga sudah membantah dan menyatakan bahwa itu ‘tuduhan palsu dan konyol’ dan berjanji untuk menuntut balik. (sumber: detik.com)

Silakan komentar disini...