Sineas Muda Asal Palu akan Buat Film di Kampung Halamannya

1614
Poster Teaser Gula & Pasir

SultengTerkini.Com, JAKARTA– Lokomotif Films adalah perusahaan start-up film yang saat ini fokus pada pengembangan potensi pembuat film muda berbakat Indonesia.

Produser Pelaksana Lokomotif Films, Zacky Aulia mengatakan, proyek pertama direncanakan memproduksi sebuah film pendek di Sulawesi Tengah yang berjudul “Gula dan Pasir” disutradarai oleh sineas Kota Palu, Sarah Adillah.

Sarah Adillah, gadis kelahiran 21 Juli 1998 berasal dari Kota Palu menempuh pendidikan S1 Jurusan Film dan Televisi di Universitas Multimedia Nusantara dengan program beasiswa.

Menurutnya, film pendek ini berdurasi sekitar 15 menitan, bersifat non komersil dan akan didistribusikan ke festival film nasional maupun internasional.

“Diharapkan dengan film pendek ini juga bisa menjadi salah satu alternatif mengenalkan Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu dan Kabupaten Donggala untuk memperkenalkan budaya sehari-hari masyarakat lokal Kota Palu dan Kabupaten Donggala,” kata Zacky dalam rilisnya yang diterima SultengTerkini.Com, Kamis (14/12/2017).

Ia menjelaskan, Film “Gula & Pasir” merupakan realitas atas bingkai kehidupan sosial-ekonomi daerah Sulawesi Tengah yang dikemas secara ringan, sederhana tetapi menarik sebab melalui sudut pandang dan gaya penceritaan anak-anak.

Zacky mengatakan, film ini bercerita tentang kakak-adik, Iko dan Ila serta ibu mereka yang merupakan penjual kue yang menitipkan jualannya di warung-warung. Ila yang masih belajar berhitung sangat patuh dalam mengembalikan uang Ibu, berbeda dengan Iko yang berusaha membujuk adiknya untuk mengambil kembalian tersebut.

Hingga suatu hari usai membeli gula pasir Ila mendapati kembalian yang tidak semestinya. Ketika hendak kembali ke warung, Iko mencegatnya dan merebut kembalian tersebut hingga mengakibatkan gula pasir titipan ibu jatuh dan berhamburan. Keduanya terjebak dalam situasi yang sama-sama dalam masalah.

Melalui eksplorasi persoalan-persoalan kecil mengenai “uang kembalian” dari kacamata anak-anak dimana mungkin dianggap sebelah mata oleh orang dewasa, sutradara memilih gaya penceritaan berupa drama dengan  kompleksitas hubungan antar karakter akan ruang, serta problematika yang saling bersinggungan yang diharapkan dapat membuat penonton terindikasi bahwa masalah tidak akan selesai jika kita hanya menghindari dan tidak berani menanggung konsekuensi.

“Film “Gula & Pasir” kemudian menjadi penting untuk diproduksi dan ditonton,” tuturnya.

Sebab katanya, persoalan sesederhana apapun dalam konteks sosial-ekonomi yang terjadi di sebuah daerah kecil sebenarnya relevan dengan persoalan yang dihadapi setiap orang di dunia anak-anak hingga dewasa.

Ketidakpuasan, keterpihakan dan ketidakadilan menyangkut persoalan kebutuhan, uang, dan segala perputarannya yang nampaknya tak kunjung merdeka.

Selain membawa tim yang berasal dari Jakarta, produksi film pendek ini akan menggandeng para pegiat film dan komunitas lokal, salah satunya adalah Sikola Pomore, yang didirikan oleh Yaumil Masri.

Para anak didik Sikola Pomore nantinya menjadi pemain utama yang ada dalam film Gula & Pasir.

“Rencananya, produksi film pendek ini dilangsungkan selama tiga hari pada 27-29 Desember 2017 di beberapa titik lokasi di wilayah Kabupaten Donggala,” ujar Zacky.

Adapun Sarah beserta tim produksinya telah melakukan survei untuk kebutuhan pembuatan filmnya pada 6-9 Desember 2017 lalu.

“Targetnya bulan Februari 2018 sudah selesai semua prosesnya. Jadi awal Maret sudah bisa didistribusikan ke Festival Film Internasional,” pungkas Zacky Aulia.

Sementara itu, Pendiri Sikola Pomore, Yaumil Masri menambahkan, sebenarnya ini bukan kali pertama Sikola Pomore kerjasama dengan sineas asal Palu, Sarah Adillah.

“Tahun 2015 kita sudah pernah kerjasama dalam project share your dream. Waktu itu saya sementara proses riset dan aplikasi ide Sikola Pomore, dan memang di Sikola Pomore sendiri kami punya kelas sinematografi walaupun belum berjalan dengan baik. Nah dengan adanya tawaran ini saya pikir baik untuk anak-anak dalam rangka melatih kepercayaan diri mereka di depan orang banyak dan di depan kamera. Kerjasama ini juga sangat baik bagi kami terkait untuk mengenalkan Sikola Pomore pada khalayak yang lebih luas lagi,” katanya. CAL

Silakan komentar disini...
loading...