Ustaz Idrus: Meneladani Nabi Muhammad SAW itu Dimulai dengan Menjaga Salat!

110
KAPOLRES Donggala AKBP Arie Ardian Rishadi dan seluruh jajarannya menghadiri peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jabal Nur polres setempat, Jumat (22/12/2017). FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, DONGGALA– Kapolres Donggala AKBP Arie Ardian Rishadi menghadiri peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jabal Nur polres setempat, Jumat (22/12/2017), yang mengambil tema Dengan Meneladani Akhlak dan Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW Kita Wujudkan SDM Polri yang Unggul dan Kompetitif.

Dalam sambutannya, Kapolres Arie Ardian mengharapkan agar peringatan maulid nabi itu bukan kegiatan seremonial atau sekadar tradisi belaka, tetapi ada tujuan penting yang terkandung dalam maulid tersebut, sehingga seluruh umatnya bisa mengambil hikmahnya yang baik karena banyak suri teladan dalam diri Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, segala permasalahan hidup ini jika mengikuti dan mencontohi ajaran nabi, maka tentu permasalahan itu akan selesai.

“Olehnya kegiatan ini sangat penting bagi kita, momentum kita untuk dapat mengikuti figur Nabi Muhammad SAW agar terbentuk karakter hidup yang bertanggung jawab,” kata orang pertama di Polres Donggala itu.

Untuk itu Kapolres Arie meminta kepada jajarannya agar menjadikan Rasulullah sebagai idola atau figur yang baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari, bukan fans terhadap artis tertentu yang justru tidak membawa manfaat, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

“Mulai dari bangun tidur, buang air kecil, air besar hingga tidur, semuanya itu ada aturannya sebagaimana diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW,” tegas mantan Kabag Pembinaan Karir Biro Sumber Daya Manusia Polda Sulteng itu.

Sementara itu, Ustaz Idrus bin Ahmad Al Habsyi dalam ceramahnya lebih banyak menyampaikan soal pentingnya menjadi umat Rasulullah SAW.

Ustaz Idrus menuturkan, meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah itu haruslah diawali dari diri sendiri, mengetahui tentang apakah diri ini masuk dalam golongan umatnya atau tidak.

“Sama halnya anggota Polres Donggala juga pasti memiliki identitas tersendiri bahwa kita sebagai anggota Polres Donggala. Begitu juga kita umatnya Nabi Muhammad SAW tentulah memiliki ciri-ciri atau identitas tertentu,” kata Ustaz Idrus.

Ia menyebutkan, ada beberapa ciri-ciri atau identitas sebagai umat Nabi Muhammad SAW sebagaimana dalam firman Allah SWT QS Al Fath ayat 29 yang artinya Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang yang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu melihat mereka rukuk dan sujud, mereka mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud”.

Berdasarkan ayat tersebut, ada beberapa ciri-ciri atau identitas yang harus dimiliki dan menjadi tanda pengenal bahwa diri ini adalah benar-benar umat Nabi Muhammad SAW, yang kelak berharap bisa berjumpa dan memperoleh syafaat darinya.

Pertama, tegas terhadap orang kafir. Sebenarnya umat yang paling toleransi adalah umat Islam, umat Islam mampu hidup berdampingan dengan umat lain yang beda keyakinan dan keimanannya.

Meski demikian, umat Islam harus menjaga batas-batas pergaulan sehingga tidak menyerupai mereka (non-muslim) bahkan menghilangkan identitasnya sebagai seorang muslim.

Tegas terhadap orang kafir merupakan satu komitmen iman yang tidak boleh dilanggar dan senantiasa menjauhkan diri dari perkara-perkara yang dapat merusak komitmen tersebut meskipun dengan dalih toleransi.

Kedua, berkasih sayang sesama muslim. Saling menyayangi merupakan salah satu sendi dalam memperkuat ukhuwah Islam, sebab dengan ukhuwahlah umat Islam akan kuat dan berjaya.

Ketiga, selalu ruku dan sujud, dengan kata lain pengikut Nabi Muhammad adalah mereka yang selalu melaksanakan salat di mana pun dan kapan pun.

“Kalau kita ingin meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah maka mulailah dengan menjaga salat,” kata Ustaz Idrus yang juga pengurus Alkhairaat Kota Palu itu.

Ia menjelaskan, salat itu adalah hal yang utama dan pertama kali yang akan diperiksa oleh Allah SWT.

Apabila kualitas salat seseorang baik, maka seluruh amal yang lainnya itu ikut baik, tetapi sebaliknya jika kualitas salatnya buruk, maka seluruh amalannya tidak baik.

Kemudian yang berikutnya pengikut Nabi Muhammad itu adalah dikenal dengan bekas sujud pada wajahnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat itu juga dihadiri para pejabat utama Polres Donggala, sejumlah kapolsek, puluhan personel Polres Donggala dan ibu-ibu Bhayangkari. CAL

Silakan komentar disini...