Hanura Pecah, Hanura Sulteng Berpihak ke Kubu Mana?

572

SultengTerkini.Com, PALU– Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sulawesi Tengah Hadianto Rasyid angkat bicara terkait kisruh di tubuh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai besutan Wiranto itu.

Dihubungi SultengTerkini.Com per telepon genggam, Selasa (16/1/2018), Hadianto menilai mosi tidak percaya terhadap ketua umum partai itu adalah merupakan hal biasa ketika terjadi sesuatu yang dianggap tidak sesuai dengan mekanisme.

Namun menurutnya, bukan berarti jika ada mosi, kemudian seluruh ketua DPD Hanura ingin langsung bersikap frontal.

“Jadi jangan dimaknai bahwa jika ada sebuah mosi, seakan-akan besok akan kiamat. Kalau ada mosi itu merupakan keberatan anggota dan pengurus partai atau semacam unek-uneklah,” kata mantan Calon Wali Kota Palu itu.

Meski Hadianto mengakui menghadiri rapat di kubu ‘Hotel Ambhara’  yang dimotori Sarifuddin Sudding, akan tetapi DPD Hanura Sulteng sendiri bersikap netral.

“Kita hadir (di Hotel Ambhara), tetapi sikap Hanura Sulteng tidak berada di posisi A atau B. Kita tetap mengembalikan konflik ini ke pak Wiranto selaku Ketua Dewan Pembina Hanura, termasuk adanya mosi terhadap ketua umum,” kata Hadianto yang juga mantan anggota DPRD Kota Palu itu.

Pihaknya kini menunggu arahan dari Ketua Dewan Pembina Hanura, Wiranto. Dirinya yakin Ketua Dewan Pembina akan melakukan langkah-langkah kongkrit untuk menyelesaikan permasalahan di tubuh partai tersebut.

Kalau misalnya terjadi perubahan pengurus di tubuh partai, maka hal itu tidak menjadi masalah dan tidak akan mempengaruhi partainya dalam memenangi pilkada serentak tahun ini.

“Artinya kita siap mendukung apapun keputusan ketua dewan pembina,” katanya.

Ia meyakini bahwa apa yang terjadi di tubuh partainya adalah semangat untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam berpartai.

“Pak ketua dewan pembina juga tahu dan pasti bisa mengambil langkah-langkah yang bijak untuk mengatasi masalah ini agar situasinya dapat kembali kondusif,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, perpecahan Hanura ini terjadi setelah sejumlah pengurus menggelar rapat di Hotel Ambhara. Pengurus Hanura tersebut memecat Oesman Sapta Odang (OSO) dari kursi ketua umum dan menunjuk Daryatmo sebagai Plt Ketum.

Menyikapi hal tersebut, OSO tak tinggal diam. Dia memecat balik Sarifuddin Sudding dari posisi sekjen dan menunjuk Herry L Siregar sebagai penggantinya.

Kini DPD Hanura meminta DPP kubu ‘Ambhara’ menggelar munaslub. Mereka meminta ada pergantian ketum setelah OSO dipecat melalui mosi tidak percaya. CAL

Silakan komentar disini...