Kebakaran di Buol Tewaskan Seorang Bocah SD

509
WhatsApp Image 2018-02-13 at 10.08.01
SEORANG bocah sekolah dasar (SD) di Desa Lamadong, Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah tewas akibat kebakaran yang menimpa rumahnya, Senin (12/2/2018) sekira pukul 16.00 Wita. FOTO: HMS

SultengTerkini.Com, BUOL– Seorang bocah sekolah dasar (SD) di Desa Lamadong, Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) tewas akibat kebakaran yang menimpa rumahnya, Senin (12/2/2018) sekira pukul 16.00 Wita.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono kepada sejumlah jurnalis, Selasa (13/2/2018) membenarkan kejadian itu.
Hery menjelaskan, kebakaran itu menghanguskan rumah seorang warga desa setempat bernama Syamsudin Kabilao.

Saat itu Syamsudin Kabilao melihat api yang berasal dari lantai dua rumahnya telah membesar kemudian dengan cepat yang bersangkutan meminta pertolongan kepada tetangga untuk membantu memadamkan api serta menyelamatkan harta benda mereka.

Tidak berselang lama, kemudian api semakin membesar dan menjalar sampai ke depan rumah.

Kemudian Syamsudin Kabilao dan istrinya, Kasmi Rahmat, baru sadar jika di dalam rumahnya yang terbakar tersebut ada anak mereka bernama Gio Faldi (9), bocah kelas 3 Sekolah Dasar yang sedang tertidur di dalam kamar saat kebakaran tersebut terjadi.

Pada pukul 16.15 Wita, warga yang membantu melakukan pemadaman api secara manual menemukan korban Gio Faldi telah hangus terbakar di dalam kamar dan segera mengevakuasinya ke depan rumah.

Sekira satu jam kemudian api baru berhasil dipadamkan oleh petugas yang mengerahkan dua unit kendaraan pemadam kebakaran dibantu mobil water canon Polres Buol.

Sementara itu, jenazah korban Gio Faldi dibawa ke rumah sakit setempat untuk dilakukan otopsi.

Menurutnya, dari keterangan sejumlah saksi, api berasal dari lantai dua belakang milik rumah Syamsudin dan diduga dari obat anti nyamuk setelah lupa dimatikan oleh anak Syamsudin bernama Dadang (17) yang tidur di lantai dua rumahnya.

Ia mengatakan, pada saat terjadinya kebakaran, pemilik rumah tidak sedang memasak atau menyalakan kompor. Listrik PLN pada saat terjadinya kebakaran juga dalam keadaan padam sejak jam 09.00 Wita.

“Untuk kerugian materi akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta,” kata orang pertama di Bidang Humas Polda Sulteng itu. CAL

Silakan komentar disini...