Anak Perusahaan Astra Harus Lebih Kompak dan Kreatif

552
WhatsApp Image 2018-02-20 at 20.49.53
KEPALA Cabang Bank Permata Palu, Alpit Silvana Palungkun (tengah) berpose bersama Kepala Perwakilan Bina Pertiwi Sulteng, Rizki Prio Widiarto (paling kanan), Leader Service Point Tracktor Nusantara, Mohammad Risky (kedua dari kanan), Ketua Affco Palu, Aris Hantoro (kedua dari kiri) dan Kepala Cabang United Tractors Palu, Dwi Teguh Cahyono saat peringatan HUT PT Astra International ke 61 di Kantor Bank Permata Palu Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (20/2/2018) sore. FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Di usianya yang ke 61 tahun, anak perusahaan PT Astra International Tbk di daerah harus lebih kompak dan kreatif. Kekompakan dan kreativitas tersebut akan berdampak langsung pada kondisi perusahaan yang sustainable dan tumbuh.

“Sesama anak perusahaan PT Astra, kita harus saling mendukung. Misalnya, bagaimana karyawan Astra Agro Lestari (anak perusahaan PT Astra yang bergerak di bidang kelapa sawit) kita mudahkan dalam pengambilan sepeda motor. Atau bagaimana sanak keluarga kita, dibukakan rekening tabungan Bank Permata, sehingga seluruh anak perusahaan PT Astra bisa tumbuh dan berkembang,” kata Ketua Astra Affiliated Company (Affco) Palu, Aris Hantoro saat memperingati hari ulang tahun (HUT) PT Astra International Tbk ke 61, di Kantor Bank Permata Palu, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (20/2/2018) sore.

Kepala Cabang FIF Group Palu ini menjelaskan, sebagai Ketua Affco Palu, pihaknya menginginkan agar komunikasi antar anak perusahaan PT Astra di Sulawesi Tengah lebih dipererat.

“Silaturahmi antaranak perusahaan bisa kita wujudkan dengan olahraga seperti senam bersama atau futsal. Sambil berolahraga, antar karyawan nantinya terjadi sharing informasi yang berguna bagi perusahaannya. Saya ingin agar silaturahmi kita dipererat,” tuturnya.

Di bidang sosial, ujar Aris, Affco Palu telah berbuat banyak untuk Sulawesi Tengah. Pada tahun 2017, Affco Palu telah membentuk Kampung Berseri Astra (KBA) yang berlokasi di Kelurahan Layana Indah.

Pada tahun 2018 ini, lanjut Aris, program KBA akan diprioritaskan di bidang kewirausahaan.

“Saya ingin agar seluruh anak perusahaan Astra yang ada di Palu untuk terlibat aktif, sehingga Kampung Astra yang ada di Layana bisa menjadi percontohan tingkat nasional,” tegasnya.

BECOMING A WORLD CLASS ORGANIZATION

Sementara itu, Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Cabang United Tractors, Dwi Teguh Cahyono menyampaikan, seluruh karyawan PT Astra International harus bersyukur karena PT Astra International telah membangun negeri selama lebih dari enam dasawarsa.

Meski dengan kondisi yang cukup menantang, 212 anak perusahaan naungan PT Astra International mampu melampaui tahun 2017 dengan baik.

“Kita masuki tahun 2018 ini dengan penuh optimisme yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ekonomi global yang menunjukkan sinyal positif dan ekonomi dalam negeri yang terus berusaha menentukan momentumnya dengan pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan secara berkesinambungan disertai perbaikan-perbaikan harga komoditas, menjadi “bahan bakar” penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 ini. Makanya, Becoming a World Class Organization dalam fase ketiga perjalanan menuju “Pride of The Nation” di tahun 2020 menjadi sangat relevan dalam menghadapi situasi ini,” kata Dwi.

Dalam tema Becoming a World Class Organization ini, ada empat strategi utama yang harus dilakukan yakni, continuous innovation is a must, human capital: think globally act locally, agile organization dan partner of choice.

“Dengan menjalankan empat strategi utama ini secara berkesinambungan, kita memiliki keyakinan akan melampaui tahun 2018 dengan lebih baik,” kata Dwi.

Peringatan HUT PT Astra International Tbk pada Selasa sore berlangsung sederhana. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Cabang Bank Permata Palu, Alpit Silvana Palungkun, Kepala Perwakilan Bina Pertiwi Sulteng, Rizki Prio Widiarto, Manager Area Bank Permata, Chandra dan Leader Service Point Tracktor Nusantara, Mohammad Risky. GUS

Silakan komentar disini...