Ganti Rugi Lahan Masjid Tidak Jelas, Jemaah di Poso Spontan Unjuk Rasa

428
mesjid
SPANDUK yang tertulis dalam aksi spontan jemaah Masjid Baitul Karim Kelurahan Mapane, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (30/3/2018). FOTO: FAIZ

SultengTerkini.Com, POSO– Jemaah Masjid Baitul Karim, Kelurahan Mapane, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah secara spontan berunjuk rasa, Jumat (30/3/2018).

Dalam aksinya jemaah menuntut kejelasan dana ganti rugi dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso yang beberapa tahun lalu telah menggunakan sebagian lahan Masjid Baitul  Karim.

Dimana lahan tersebut digunakan untuk  melaksanakan proyek pembangunan pelebaran jalan akses menuju Bandara Kasiguncu Poso.

Walaupun aksi para jemaah tersebut tidak sampai menutup jalan menuju Bandara Kasiguncu Poso, namun sejumlah  plakat yang bertuliskan tema tuntutan para jamaah terlihat terpasang di pinggir jalan.

Menurut Muhajir, salah seorang jemaah Masjid Baitul Karim saat ditemui media ini disela sela mengikuti aksi demo mengaku dirinya sangat peduli dengan aksi ini serta ambil bagian karena ingin adanya kejelasan ganti rugi yang katanya telah dibayarkan pihak Pemkab Poso akan penggunaan sebagian lahan Masjid Baitul Karim untuk pelebaran jalan bandara Kasiguncu Poso.

“Kami sengaja ikut aksi ini untuk mengetahui kejelasan dana yang katanya sudah dibayarkan pihak Pemkab Poso, namun hingga saat ini kami belum melihat adanya bukti pembayaran ganti rugi yang dimaksud,” ungkap Muhajir.

Sementara itu, salah seorang Ketua RW di Kelurahan Mapane, Muhrin yang juga jemaah Masjid Baitul Karim kepada media ini mengatakan, kalau aksi demo tersebut merupakan spontanitas dari para jemaah yang menuntut kejelasan dana ganti rugi lahan masjid yang kabarnya telah dibayarkan pihak Pemkab Poso.

“Sayangnya masyarakat hingga saat ini masih bertanya-tanya akan kejelasan dana tersebut,” kata Muhrin.

Muhrin mengaku telah mendengar kalau Pemkab Poso pada tahun 2016 lalu telah membayar ganti rugi lahan Masjid Baitul Karim melalui Kabag Tapem Pemkab Poso yang kala itu dijabat Nius Badugi.

Dimana oleh Kabag Tapem dana tersebut diserahkan kepada tokoh masyarakat Kelurahan Mapane.

“Namun sampai saat ini kami tidak mendengar kejelasan dana tersebut,” tutur Muhrin.

Ironisnya kata Muhrin, sang tokoh yang sempat dikonfrontir oleh jemaah mengaku, kalau dirinya telah mengembalikan dana tersebut kepada pihak Pemkab Poso.

Masih kata Muhrin, alasan dikembalikannya dana tersebut oleh tokoh dimaksud, karena akan dikompensasi dengan paket proyek.

“Ini semua yang membuat kami bertanya-tanya, apa ada ganti rugi lahan masjid yang dikompensasi dengan proyek. Kalau ada, kenapa hingga saat ini kami belum mendengar proyek apa yang menjadi alat gantinya?,” pungkas Muhrin mempertanyakan. FAI

Silakan komentar disini...