LS ADI: Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Asrama Haji Palu!

854
WhatsApp Image 2018-04-05 at 10.09.05
PULUHAN orang mengatasnamakan dirinya Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia di Kota Palu, Sulawesi Tengah berunjukrasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi setempat Jalan Sam Ratulangi, Kamis (5/4/2018). FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Puluhan orang mengatasnamakan dirinya Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI) di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) berunjukrasa menuntut kepada aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus dugaan korupsi pembangunan Asrama Haji Palu, Kamis (5/4/2018).

Tuntutan massa LS-ADI itu disampaikan kepada para penegak hukum di kantor Kejaksaan Tinggi dan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Jalan Sam Ratulangi Palu.

Dalam orasinya, massa yang dipimpin Mikdat itu meminta kepada para penegak hukum jaksa dan polisi segera mengusut tuntas kasus korupsi pembangunan asrama haji yang berlokasi di Jalan WR Supratman, Palu Barat.

Pengunjukrasa menduga kasus korupsi yang merugikan keuangan negara dan masyarakat juga terjadi pada proyek pembangunan Asrama Haji Palu.

Pada tahun 2017, pembangunan Asrama Haji Palu telah mendapat kucuran dana dari APBN sebesar Rp43,6 miliar yang dikerjakan PT Tirta Dhea Addonnics Pratama.

Pembangunan dimulai sejak 22 Juni 2017 lalu dengan batas masa kerja 180 hari, dan harus rampung pada 31 Desember 2017.

Namun hingga batas waktu yang ditetapkan pembangunan Asrama Haji Palu tersebut hanya mencapai 17 %.

“Untuk itu kami menduga ada tindak pidana korupsi yang terjadi di balik terhambatnya pembangunan asrama haji, karena dengan penggunaan anggaran yang begitu besar, namun pembangunannya tidak terealisasi sesuai target yang ditentukan,” tutur koordinator aksi.

Maka dari itu katanya, seharusnya hal ini menjadi tanggung jawab bagi stakeholder yang mempunyai wewenang dalam menangani kasus korupsi sebagaimana dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, namun hingga kini kasus tersebut belum mempunyai kejelasan.

Usai berorasi di dua kantor itu, massa kemudian bergerak ke gedung DPRD Sulteng yang berdekatan dengan Markas Polda Sulteng.

Di gedung DPRD Sulteng, suasana sempat diwarnai keributan karena massa kecewa tidak ditemui satupun wakil rakyat, sehingga mereka pun membubarkan diri dengan tertib dikawal aparat kepolisian setempat.

Massa juga menampilkan aksi teatrikal saat berunjukrasa di tiga kantor tersebut menggambarkan betapa sengsaranya masyarakat bila korupsi merajalela dan tidak diberantas oleh para penegak hukum di negeri ini. HAL

Silakan komentar disini...