Operasi Patuh Tinombala Dimulai, Ini Sasaran Prioritasnya…

1072
WhatsApp Image 2018-04-26 at 07.37.35
WAKAPOLDA Sulawesi Tengah Kombes Polisi Mohamad Aris Purnomo memeriksa personel saat gelar pasukan Operasi Patuh Tinombala 2018 di halaman depan mapolda setempat, Jalan Sam Ratulangi Palu, Kamis (26/4/2018). FOTO: HMS

SultengTerkini.Com, PALU– Jajaran kepolisian di Tanah Air, mulai Kamis (26/4/2018) hari ini serentak menggelar Operasi Patuh 2018. Khusus di Polda Sulteng, operasi tersebut bersandi Operasi Patuh Tinombala 2018.

Operasi ini akan digelar selama 14 hari terhitung mulai 26 April hingga 9 Mei 2018 mendatang.

Berkenaan dengan itu, Polda Sulteng melaksanakan gelar pasukan Operasi Patuh Tinombala 2018 dipimpin Wakapolda Sulteng Komisaris Besar Polisi Mohamad Aris Purnomo yang diikuti oleh seluruh Satker Polda, Polres Palu, Polres Sigi, POM TNI, Jasa Raharja dan Dinas Perhubungan Provinsi Sulteng berjumlah kurang 750 orang.

Dalam amanat dari Kepala Korps Lantas Polri Irjen Polisi Royke Lumowa yang dibacakan Wakapolda Aris Purnomo mengatakan, permasalahan di bidang lalu lintas dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis.

Hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk, yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Perkembangan transportasi juga telah menginjak era digital dimana operasional order angkutan publik sudah berada dalam genggaman (cukup menggunakan telepon genggam) modernisasi ini perlu diikuti inovasi dan kinerja Polri, khususnya Polantas sehingga mampu mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisasi transportasi tersebut.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diharapkan untuk mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas.

Selain itu katanya, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, membangun budaya tertib berlalu lintas, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

“Keempat poin tersebut di atas merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh Polantas sendiri, melainkan memerlukan sinergitas antar pemangku kepentingan guna menemukan akar masalah dan solusinya yang harus diterima dan dijalankan oleh semua pihak,” katanya.

Menurutnya, Polri telah menetapkan kalender Operasi Patuh yang rutin dilaksanakan setiap menjelang Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah yang secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Adapun sasaran prioritas Operasi Patuh tahun 2018 adalah sebagai berikut pengemudi menggunakan telepon genggam, pengemudi melawan arus, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu.

Kemudian pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi kendaraan bermotor menggunakan narkoba/mabuk, dan pengemudi berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

“Dengan penindakan sasaran pelanggaran lalu lintas di atas, maka  diharapkan Operasi Patuh tahun ini dapat menekan jumlah korban fatalitas dan meminimalisir kemacetan lalu lintas serta terwujudnya kamseltibcar lalu lintas,” katanya.

Dalam akhir amanatnya Kakorlantas Polri melalui Wakapolda Sulteng mengharapkan dan menekankan kembali agar selama pelaksanaan operasi agar seluruh personel memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum melaksanakan tugas.

“Utamakan faktor keamanan dan keselamatan dengan mempedomani standar operasional prosedur yang ada, hindari tindakan pungutan liar dan lakukan tugas Operasi Patuh dengan baik tanpa menimbulkan komplen dari masyarakat,” tuturnya. CAL

Silakan komentar disini...