Hari Buruh, Dokter Ingatkan Pentingnya Tidur Bagi yang Suka Lembur

97
tdiidur
BURUH juga perlu menjaga kesehatan tidur. FOTO: THINKSTOCK

SultengTerkini.Com, JAKARTA– Boleh-boleh saja kerja lembur, tetapi jangan pernah memaksakan diri. Di Hari Buruh alias May Day ini, dokter kembali mengingatkan pentingnya tidur dan istirahat yang cukup.

Normalnya, undang-undang mengatur seseorang bekerja selama 40 jam dalam sepekan. Lebih dari itu, maka diperhitungkan sebagai lembur dan perusahaan harus membayarkan upah lembur.

Namun ada yang tidak kalah penting dari upah lembur, yakni kebutuhan untuk istirahat dan tidur yang cukup. Ini yang sering terlupakan, terutama pada buruh yang bekerja di media dan industri kreatif yang jam kerjanya tidak menentu.

“Tanpa kesehatan tidur yang baik, mau jaga makan kayak apapun, mau olahraga kayak apapun akan percuma. Jadi yang menjadi dasar adalah kesehatan tidur,” kata dr Andreas Prasadja, pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran Jakarta.

Menurut dr Ade, demikian ia kerap disapa, kebutuhan tidur tidak bisa tergantikan oleh apapun. Kemampuan otak untuk memulihkan konsentrasi, membangun daya tahan tubuh, disebutnya hanya bisa berlangsung saat tidur.

Bolehkah minum kopi ketika kurang tidur? Mengusir kantuk, mungkin iya bagi sebagian orang. Tetapi tidak benar-benar bisa menggantikan efek tidur. Sebaliknya, asupan kafein berlebih malah tidak menguntungkan bagi yang memiliki risiko penyakit jantung.

“Banyak minum kopi bisa menyebabkan jantung berdebar lebih cepat, terus tekanan darah jadi naik. Bahaya risiko ke jantung dan pembuluh darah karena tekanan darah,” kata dr Rimawati Tedjasukmana, spesialis saraf dari RS Medistra yang juga mendalami kesehatan tidur.

Nah buat kamu para pekerja yang harus sering kerja lembur, jangan lupa tidur ya. Selamat Hari Buruh!

(sumber: detik.com)

Silakan komentar disini...