Korban Tewas Bom Gereja Surabaya Jadi 13 Orang

74
isis
GEREJA Pantekosta Pusat Surabaya. FOTO: DENI PRASETYO UTOMO/DETIKCOM

SultengTerkini.Com, JAKARTA– Jumlah korban tewas akibat bom di gereja Surabaya, Jawa Timur, bertambah menjadi 13 orang. Sedangkan korban luka jumlahnya puluhan orang.

“Jumlah korban tewas terakhir 13 orang,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal, Ahad (13/5/2018).

Belum ada data rinci mengenai identitas korban tewas termasuk korban luka akibat bom yang meledak di tiga gereja di Surabaya.

Bom pada pagi tadi meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya atau GPPS Jemaat Sawahan dan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro 146.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkap identitas pelaku bom gereja di Surabaya. Para pelaku satu keluarga.

“Jadi pelaku diduga 1 keluarga,” ujar Tito dalam jumpa pers di RS Bhayangkara, Surabaya

Pelaku penyerang di GPPS Arjuna diduga kuat adalah sosok ayah dalam keluarga ini. Sebelum menyerang, sosok berinisial D ini menurunkan istri yang berinisial PK dan anaknya di dekat gereja GKI Diponegoro.

“Sebelumnya dia drop istri dan dua anak perempuan,” tutur Tito.

D kemudian menyerang gereja GPPS Arjuna. Di waktu berdekatan si istri dan dua anak perempuannya juga menyerang DGKI Diponegoro.

Masih dalam waktu yang juga berdekatan, terjadi serangan teror ke Gereja Santa Maria Tak Bercela. Pelaku serangan di gereja terakhir ini adalah dua anak laki-laki dari pasangan D dan PK.

“Untuk gereja Santa Maria diserang oleh dua sosok yang diduga merupakan anak laki-laki dari D dan PK,” kata Tito.

Presiden Joko Widodo menyebut teror bom di 3 gereja di Surabaya sebagai aksi biadab. Jokowi menegaskan negara tidak akan tinggal diam untuk mengusut jaringan pelaku teroris.

“Tindakan terorisme kali ini sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan,” kata Jokowi.

Jokowi sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku. Jokowi memerintahkan Polri membongkar jaringan teroris sampai akar- akarnya.

“Seluruh aparat tak akan membiarkan tindakan pengecut semacam ini dan mengajak semua anggota masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme, memerangi radikalisme yang bertentangan dengan nilai nilai agama nilai nilai luhur ktia sebagi bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebinekaan,” kata Jokowi.

KLAIM ISIS

Sementara itu, ISIS mengklaim bertanggung jawab terhadap aksi bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur. Aksi bom bunuh diri itu menewaskan 13 orang.

“Amaq News Regency melaporkan, ISIS bertanggung jawab atas 3 bom bunuh diri di gereja di Surabaya, Indonesia,” tulis situs Siteintelgroup.com, Ahad (13/5/2018).

Amaq News merupakan kantor berita ISIS. Amaq memposting tulisan itu dengan tulisan Arab melalui aplikasi Telegram. Kemudian tulisan itu diterjemahkan dan dimuat di situs komunitas intelijen antiteroris, Siteintelgroup.com.

Sedangkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menduga ada kaitan aksi bom bunuh diri di Surabaya ini berkaitan dengan ISIS di Suriah. Menurutnya, ISIS secara global sudah terdesak oleh AS dan Rusia.

“Memang aksi ini kita duga motifnya, pertama, adalah di tingkat internasional, ISIS ini ditekan oleh kekuatan-kekuatan baik dari Amerika dan lain-lain, Rusia dan lain-lain, sehingga dalam keadaan terpojok,” kata Tito Karnavian di RS Bhayangkara Surabaya.

Tito menjelaskan, pelaku teror ini tak lepas dari JAT (Jamaah Ansarut Tauhid) dan JAD (Jamaah Ansarut Daulah) yang merupakan pendukung utama ISIS di Indonesia. Di Surabaya sendiri, keluarga pengebom tiga gereja terkait dengan JAD yang di Surabaya dipimpin oleh Dita Sopriyanto.

“Kelompok pelaku yang ada ini, yang satu keluarga ini terkait dengan sel JAD yang ada di Surabaya, dialah ketuanya, Dita ini,” kata Tito.

(sumber: detik.com)

Silakan komentar disini...