Pengaruh Proyek LNG Donggi Senoro, Pertumbuhan Ekonomi di Banggai Naik

307
WhatsApp Image 2018-06-01 at 18.42.47
SENIOR Manager Relations & Communication PT Donggi Senoro LNG Shakuntala Sutoyo (berdiri pegang mic) saat memberikan sambutan dalam acara buka puasa bersama puluhan jurnalis di salah satu hotel Jalan Mohammad Hatta, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (1/6/2018). FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Pihak PT Donggi Senoro LNG menggelar buka puasa bersama puluhan jurnalis yang berlangsung di salah satu hotel Jalan Mohammad Hatta, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (1/6/2018).

Senior Manager Relations & Communication PT Donggi Senoro LNG Shakuntala Sutoyo dalam sambutannya lebih banyak menjelaskan beberapa hal mengenai proyek kilang LNG Donggi Senoro.

Shakuntala mengatakan, kilang LNG Donggi Senoro adalah proyek LNG pertama di Indonesia yang dikembangkan dengan skema hilir. Dengan skema ini, negara hanya menanggung biaya investasi dalam cost recovery di bagian hulu yang tidak lebih besar dari investasi di hilir.

Ia menuturkan, kilang Donggi Senoro LNG menjadi kilang LNG pertama di Indonesia yang dikelola bersama oleh konsorsium perusahaan Asia yaitu, Pertamina, Medco Energi, Mitsubishi Corporation, dan Korea Gas Corporation.

“Sinergi empat perusahaan ini menunjukkan terjalinnya kerjasama yang baik dalam sektor investasi yang saling menguntungkan antara Pemerintah Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan,” tutur Shakuntala.

Menurutnya, bagi daerah, proyek LNG Donggi Senoro menjadi pengungkit ekonomi regional. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mendorong investasi migas di daerah, bukan hanya untuk menjadi sumber pendapatan negara, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan investasi melalui dampak bergulir yang luas.

Sebagai tuan rumah investasi ini katanya, pengaruh positif itu bisa dilihat dari tren pertumbuhan ekonomi Sulteng yang melonjak di atas rata-rata peetumbuhan nasional sejak tahapan konstruksi kilang hingga saat ini.

Ia menyebutkan, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai di tahun 2017 naik sebesar 36,8% dan berdasarkan data Bank Indonesia, ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh di angka 7,23%.

“Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,06%. Sebuah pencapaian yang baik untuk menarik minat investasi lainnya masuk ke daerah ini,” kata Shakuntala. CAL

Silakan komentar disini...