Ribuan Warga Muhammadiyah Salat Id di Halaman Kampus Unismuh Palu

208
WhatsApp Image 2018-06-15 at 06.28.18
RIBUAN warga melaksanakan Salat Idul Fitri 1439 Hijriah di halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (15/6/2018) pagi. FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Ribuan warga melaksanakan Salat Idul Fitri 1439 Hijriah di halaman Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (15/6/2018) pagi.

Salat Id dimulai sekira pukul 07.07 Wita dengan bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Muhammad Amin Parakkasi, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulteng.

Dalam ceramahnya, Khatib Amin Parakkasi menyampaikan ucapan takbir, tahmid dan tahlil dilantunkan sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadan 1439 Hijriah yang telah dilakukan selama sebulan penuh sebagaimana perintah Allah SWT dalam surah Al Baqarah ayat 185 artinya “….dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur”.

Ia mengatakan, Idul Fitri juga sering dimaknai kembali pada fitrah. Hal itu secara esensi tidaklah keliru karena setelah berpuasa mereka dibebaskan dari dosa serta kembali ke jiwa yang bersih.

Menurutnya, puasa yang dilaksanakan karena iman dan pengharapan akan pahala Allah akan membuahkan terbebas dari dosa sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW yang artinya “barang siapa yang berpuasa karena iman dan mengharapkan pahala Allah niscaya Allah mengampungi dosanya yang telah lalu”, diriwayatkan oleh Ashabus Sunan dari Abu Hurairah.

“Kita segenap kaum Muslim baru saja mengakhiri puasa Ramadan dengan segala rangkaian ibadah lainnya untuk membentuk diri menjadi insan bertakwa,” kata Amin Parakkasi.

Ia menuturkan, puasa Ramadan merupakan gemblengan rohani yang paling revolusioner yakni melatih diri menahan nafsu duniawi. Hasilnya ialah kualitas diri sebagai insan yang bertakwa.

Karenanya kata Amin, jadikan takwa sebagai puncak tertinggi keutamaan pribadi setiap Muslim sebagai buah dari berpuasa dan segenap ibadah di bulan Ramadan.

“Takwa yang sebenar-benarnya takwa yaitu bertakwa dalam jiwa, pikiran, dan tindakan. Bukan bertakwa dalam batas kata-kata dan retorika,” ujarnya.

Selain soal takwa, Amin Parakkasi juga menyampaikan betapa pentingnya berbuat ihsan atau kebaikan.

Ia mengajak tunjukkan perilaku ihsan dalam seluruh interaksi sosial, termasuk dalam menggunakan media sosial sebagai bukti kesuksesan puasa Ramadan dan Idul Fitri dalam perangai takwa di dunia nyata.

Pesan berbuat ihsan kata Amin, harus hadir dalam kehidupan setiap insan beriman setelah puasa dan Idul Fitri di negeri ini. Kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan saat ini memerlukan nilai mulia ihsan.

Dalam kesempatan itu, pihak panitia Salat Id juga menyampaikan perolehan zakat fitrah, zakat mal, fidyah, dan sedekah di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara. CAL

Silakan komentar disini...