Warga Kinovaro Sigi Butuh Perbaikan Jalan

129
WhatsApp Image 2018-07-22 at 18.40.03
FORUM pertemuan Reses Anggota DPRD Sulteng, Muhammad Masykur di Aula Pertemuan Uwlera Desa Porame, Sabtu (21/7/2018). FOTO: IST

SultengTerkini.Com, SIGI– Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi di Sulawesi Tengah (Sulteng) membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah, terutama soal infrastruktur jalan.

Hampir semua jalan penghubung antar desa masih kategori belum mantap, sempit dan tidak diaspal.

Padahal mimpi warga Kecamatan Kinovaro sama dengan mimpi warga daerah lain yang telah duluan  menikmati perbaikan infrastruktur jalan.

Hal ini diungkapkan warga dalam forum pertemuan Reses Anggota DPRD Sulteng, Muhammad Masykur di Aula Pertemuan Uwlera Desa Porame, Sabtu (21/7/2018).

Kades Balane, Sukiman mengungkapkan, sampai saat ini jalan di desanya tidak pernah diperbaiki sejak tahun 1992. Padahal setiap kali Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa diusulkan, tetapi usulannya tidak pernah dipenuhi.

“Kalau begini lantas apa gunanya kami setiap tahun laksanakan musrenbang kalau hasil juga tidak menggembirakan. Sementara poros jalan yang rencananya tembus ke Palu saja belum ada titik terang kapan diperbaiki. Padahal pada pemerintahan Gubernur HB Paliudju kami dijanjikan akan diperbaiki,” katanya.

Menanggapi permasalahan Itu, Masykur menjelaskan, apapun yang sudah tetapkan dari hasil musrenbang itu merupakan dokumen resmi yang dasarnya jelas, Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

Kitab perencanaan pembangunan sumbernya dari UU Nomor 5 Tahun 2004. Semangatnya dibangun dari bawah, dari desa, sehingga sumber masukan program pembangunan yang dituangkan dalam APBD asalnya dari musrenbang, desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan pusat, jelas Masykur.

Sehingga kuncinya katanya ada di seluruh warga, termasuk aparat pemerintah desa untuk mengawal seluruh tahapan sebelum RAPBD disahkan.

Jikalau tidak didukung dengan pengawalan, maka bisa jadi seperti pengalaman selama ini.

“Memang kita berharap agar semua permasalahan yang ada di desa secepatnya bisa disahuti dan direspon oleh pemerintah daerah. Apalagi hal seperti itu sudah sejalan dengan semangat pemerintah pusat, membangun Indonesia dari pinggiran dan itu adanya di desa-desa,” katanya.

Masykur berharap seluruh kepala desa mengintensifkan komunikasi kepada para pemangku kebijakan daerah untuk mengawal seluruh hasil musrenbang desanya. CAL

Silakan komentar disini...