Petani Rio Pakava Desak Pemerintah Bangun Pabrik Sawit

214
WhatsApp Image 2018-08-02 at 16.40.46
Muhammad Masykur

SultengTerkini.Com, LALUNDU– Anggota DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), Muhammad Masykur menyarankan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat agar mendorong pelaku usaha membangun pabrik pengolahan sawit di Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala.

Hal ini disampaikan Masykur saat berdiskusi bersama dengan sejumlah warga di Desa Lalundu, Kamis (2/8/2018).

Masykur menjelaskan, betapa sangat disayangkan jika potensi hasil perkebunan yang luar biasa di daerah ini tidak disahuti oleh pengambil kebijakan.

Pasalnya, selama ini belum nampak upaya kongkrit dan menggembirakan dirasakan oleh petani, khususnya perlindungan dan pengelolaan hasil kebun sawit milik warga.

Lebih lanjut Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulteng menjelaskan, jika ditelisik, Kecamatan Riopakava ini merupakan salah satu wilayah yang memiliki kekayaan alam dan hasil pertanian tertinggi di Sulteng, baik dari hasil kebun sawit maupun dari hasil kekayaan alam lainnya.

Diperkirakan dari hasil penjualan Tandan Buah Sawit (TBS) saja hasilnya bisa mencapai ratusan miliar setiap tahunnya.

Bahkan bisa lebih lagi jika ditata dan dikelola baik, tentunya dengan kehadiran negara di sana.

“Saya kira pada konteks inilah sejatinya negara melalui pemerintah ambil peran dan tanggungjawab,” katanya.

Sebab katanya, nampak ada kondisi yang “tidak sehat” terjadi dan dialami oleh petani di Riopakava.

Menurut Masykur, terjadi kuasa monopoli pasar di sana. PT Astra grup satu-satunya pemain tunggal pembeli dan pemasok harga TBS dari petani, sehingga standar harga dan layanan yang diberikan tidak sepenuhnya mencerminkan rasa keadilan.

Dari standar harga TBS saja misalnya jauh dibawa daerah lainnya seperti di Kalimantan. Jika dibandingkan dengan harga TBS Kalimantan selisih sampai Rp400 per kilo dengan harga yang ditetapkan oleh anak perusahaan PT Astra sebesar Rp1.200an.

“Padahal dari aspek kualitas, TBS kita disini lebih baik dibanding di Kalimantan.  Sebagimana testimoni salah seorang warga yang pernah melakukan studi banding di Kalimantan,” jelas Masykur.

Ia mengingatkan kepada Pemprov Sulteng agar responsif terhadap penyelesaian soal dan segera melakukan upaya kongkrit.

Sepanjang Pemprov Sulteng bertindak responsif, dirinya yakin pelaku usaha ada yang bersedia menyahuti desakan warga.

“Karena pengalaman di tempat lain juga seperti itu dan sukses. Tinggal kuncinya ada di pemerintah agar selain berefek ke petani, juga ke peningkatan pendapatan daerah,” pungkas Masykur. CAL

Silakan komentar disini...