Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden di Palu akan Dihadiri 20.000 Massa

1770
WhatsApp Image 2018-09-12 at 14.45.45
FOTO bersama Panitia Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden usai jumpa pers di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen Kota Palu, Rabu (12/9/2018). FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Setelah melakukan aksi prakondisi pada 28 Juli 2018 yang diikuti ratusan orang, deklarasi akbar #2019GantiPresiden segera digelar di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden, Ustaz Citrawan saat jumpa pers di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen Kota Palu, Rabu (12/9/2018).

Deklarasi akbar #2019GantiPresiden itu akan dihadiri para inisiator dari pusat diantaranya Neno Warisman, Mardani Ali Sera, Ahmad Dhani, dan Sang Alang.

“Waktu deklarasinya bulan ini tahun 2018. Untuk kepastian tanggalnya akan disampaikan H-7 sebelum deklarasi berlangsung,” kata Ustaz Citrawan.

Untuk lokasi deklarasi, panitia menyebutkan ada dua tempat di Kota Palu, namun belum bisa disampaikan dengan alasan masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak bersangkutan.

Pihaknya berharap dan tetap mengedepankan aspek keamanan, kedamaian dan ketertiban dalam pelaksanaan deklarasi tersebut, mulai dari kedatangan hingga pada kepulangan para inisiator kembali ke Jakarta.

Karena deklarasi itu sah dan dijamin oleh konstitusi, maka pihaknya menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut hadir dan mengajak untuk ikut bergabung dalam kegiatan tersebut.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wanita Islam Alkhairaat (WIA) Ustazah Sakinah Aljufri yang hadir dalam jumpa pers itu juga menyatakan dukungannya terhadap deklarasi tagar 2019 ganti presiden itu.

Sebagai tuan rumah, pihaknya tentu siap menyambut seluruh tamu yang akan datang dari Jakarta untuk menghadiri deklarasi di Palu.

Sakinah mengatakan, deklarasi ganti presiden itu dilindungi oleh undang-undang, sehingga diharapkan tidak ada pihak yang menolak apalagi sampai mempersekusi tamu dari Jakarta.

“Kita ingin memperlihatkan bahwa Sulteng tetap aman dan damai, serta tetap mengedepankan kebersamaan. Untuk itu kami siap menyambut kedatangan para tamu dari pusat untuk hadir dalam deklarasi nanti,” kata Sakinah Aljufri.

Hal yang sama juga diutarakan Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) Sulteng, Ustaz Sugianto Kaimuddin yang menyatakan dukungannya terhadap deklarasi akbar tagar 2019 ganti presiden itu.

“FPI bersama sayap juangnya dari LPI (Laskar Pembela Islam) akan mendukung,” kata mantan Ketua FPI Kabupaten Poso itu.

Ia mengatakan, sebagaimana disampaikan Sakinah Aljufri bahwa sebagai muslim harus memuliakan tamu, sehingga tamu yang datang tidak dapat ditolak.

“Maka tidak ada alasan untuk kita tolak. Kita akan siap menjaga, melindungi dan mengawal para tamu sejak kedatangan hingga kepulangannya balik ke Jakarta dalam keadaan aman,” kata Sugianto.

Menurutnya, jika ada gerakan penolakan ganti presiden di Palu itu diharap tidak merusak tatanan karena pihaknya tidak pernah mengganggu gerakan mereka yang menolak.

“Oleh sebab itu jangan saling mengganggu. Mudah-mudahan kegiatan nanti bisa berjalan sebagaimana mestinya. Jadi kita dukung sepenuhnya kegiatan itu, kita harus ikut, dan tidak perlu takut karena satu yang kita takuti, hanya Allah SWT,” tegasnya.

Sementara itu, Presidium Deklarasi #2019GantiPresiden di Sulteng, Andi Akbar menambahkan, selain para inisiator dari pusat, deklarasi tersebut akan dihadiri puluhan ribu massa yang berasal dari berbagai wilayah Sulteng.

“Jumlah massa kita perkirakan akan dihadiri sekitar 15 ribu sampai 20 ribu orang, tidak hanya Kota Palu saja, tetapi (massa) juga datang dari berbagai wilayah di Sulteng,” pungkas Andi Akbar sembari menambahkan bahwa soal waktu dan tempat kegiatan deklarasi juga segera disampaikan kepada pihak kepolisian terkait pengamanannya. CAL

Silakan komentar disini...