Dinilai Gagal Pimpin Indonesia, HMI MPO Palu Demo Turunkan Jokowi

1034
WhatsApp Image 2018-09-14 at 20.25.45
PULUHAN mahasiswa dari HMI MPO di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (14/9/2018) sore, turun ke jalan berunjukrasa menuntut Presiden Jokowi turun dari jabatannya. FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (14/9/2018) sore, turun ke jalan berunjukrasa menuntut Presiden Jokowi turun dari jabatannya.

Aksi demo HMI yang dipusatkan di Gedung DPRD Sulteng Jalan Sam Ratulangi itu diawali dengan Salat Ashar secara berjamaah di jalan. Usai salat, massa mulai berkumpul kembali dan berorasi secara bergantian.

Aksi itu nyaris diwarnai kericuhan andai polisi tidak memberikan izin mahasiswa untuk memasuki gedung wakil rakyat tersebut.

Dalam orasinya di depan Gedung DPRD Sulteng, Koordinator Lapangan (koorlap), Rifki Zulfahmi mendesak kepada pemerintahan Jokowi-JK segera turun dari jabatannya karena telah gagal memimpin Indonesia dan membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik.

Hal itu dibuktikan dengan amburadulnya perekonomian bangsa mulai dari meroketnya harga bahan pangan, utang luar negeri yang terus bertambah, tingginya impor, hingga melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar hingga menembus Rp15 ribu per Dolar.

“Turun, turun, turun Jokowi, turun Jokowi sekarang juga!. Gagal, gagal, gagal Jokowi, Jokowi gagal, turunkan saja!,” teriak sang koorlap yang serentak dijawab dengan teriakan sama dari massa.

Sementara itu, Ihlul Muhtadin selaku Wakil Koorlap menyampaikan, ada tiga tuntutannya kepada seluruh anggota DPRD Sulteng yakni turunkan Jokowi dari tahta kepresidenan, kembalikan aset-aset negara yang dijual, dan pulangkan tenaga kerja asing ke negaranya.

Karena menurutnya, setelah dikaji dari berbagai sudut seperti ekonomi, pendekatan agama Islam, dan politik, ketiga tuntutan itulah yang menyebabkan inflasi di negara Indonesia.

“Jadi kami memohon kepada seluruh anggota DPRD Sulteng yang duduk mewah diselimuti AC dalam ruangan, tolong dengar suara kami, karena suara rakyat adalah suara kedaulatan,” tutur Ihlul.

Ihlul kemudian meminta kepada seluruh demonstran untuk mengepalkan tangan kanan ke atas sambil mengucapkan sumpah mahasiswa Indonesia yang berisi:

Sumpah Mahasiswa Indonesia

Kami Mahasiswa Indonesia bersumpah
Bertanah air satu
Tanah air tanpa penindasan

Kami Mahasiswa Indonesia bersumpah
Berbangsa satu
Bangsa yang gandrung akan keadilan

Kami Mahasiswa Indonesia bersumpah
Berbahasa satu
Bahasa tanpa kebohongan.

“Takbir…., Allahu Akbar. Hidup mahasiswa, hidup rakyat…,” kata Ihlul.

Setelah berorasi di Jalan Sam Ratulangi, massa HMI kemudian bergerak memasuki halaman gedung DPRD Sulteng.

Sayangnya kedatangan mahasiswa ini tidak disambut satupun anggota DPRD Sulteng.

Menurut pihak sekretariat DPRD Sulteng, para wakil rakyat seluruhnya tidak berada di tempat karena sedang melakukan tugas di luar kota.

Meski kecewa, massa HMI kemudian memilih membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian setempat. CAL

Silakan komentar disini...