Persiapan Panitia Kegiatan IYMDS Sudah 85 Persen

104
WhatsApp Image 2018-09-14 at 13.16.48
FOTO bersama usai kegiatan di SD DDI Kelurahan Ujuna, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah. FOTO: IST

SultengTerkini.Com, PALU– Kegiatan Indonesian Youth Marine Debris Summit (IYMDS) tinggal sepekan lagi digelar tepatnya pada 21 September 2018 yang berlangsung di Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Reny Septiani selaku panitia pelaksana kepada SultengTerkini.Com, Sabtu (15/9/2018) menjelaskan, IYMDS adalah kegiatan yang diinisiasi oleh Divers Clean Action sebagai ajang pertemuan pemuda Indonesia dengan para ahli serta praktisi solusi permasalahan sampah laut yang telah dilaksanakan pada Oktober 2017 lalu.

Melalui kegiatan tersebut, 65 pemuda pemudi dari 34 provinsi dibagi menjadi 14 kelompok dan telah dibekali pendanaan untuk melakukan aksi pada sistem dan fasilitas pengelolaan sampah di daerah pesisir selama satu tahun penuh di daerah mereka masing-masing.

Mengakhiri rangkaian acara IYMDS, telah terpilih satu kelompok pemenang yang berhasil menjalankan program untuk memberikan perubahan sigifikan dalam mengelola permasalahan sampah agar tidak berakhir di laut.

Ia mengatakan, salah satu kelompok yang mencerminkan perubahan tersebut adalah Kelompok Seangle (www.seangle.org) yang telah membangun pusat daur ulang yang berlokasi di Jalan Lasoso, Lorong 4 Nomor 56, Kota Palu.

Menurutnya, Divers Clean Action yang berkantor pusat di Jakarta, bekerja sama dengan berbagai pihak seperti pemerintah dan sponsor dari perusahaan swasta, serta beberapa media nasional akan datang langsung dari Jakarta, untuk menyaksikan peresmian recycling center tersebut pada 21-23 September 2018.

Bersamaan dengan itu, akan dilaksanakan juga peresmian Recycling Center yang akan dihadiri oleh Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu selaku Wakil Wali Kota Palu, Hendra Yuniarto perwakilan pendukung, pihak sponsor, dan Swietenia Puspa selaku Inisiator Divers Clean Action.

Reny menambahkan, sejauh ini persiapan kegiatan sudah mencapai 85% dan panitia terus merampungkan semuanya hingga hari H.

“Sejauh ini hanya terdapat kendala listrik dan air, karena recycling center yang akan digunakan merupakan bekas bangunan rumah tua, sudah bertahun-tahun tidak ditempati. Jadi untuk sementara listrik tersambung dari tetangga. Kalau yang lain-lain seperti relawan dan dukungan masyarakat Alhamdulillah positif,” tuturnya.

Adapun tujuan kegiatan itu kata Reny yakni mengampanyekan pentingnya permasalahan sampah untuk ditanggulangi bersama melalui kegiatan kolaboratif dan membangkitkan kembali semangat gotong royong melalui pendekatan sosial.

“Selain itu menggerakkan massa untuk bergerak dalam aksi yang masif, berkelanjutan serta memperkenalkan manajemen limbah kepada masyarakat, pemerintah, influencer, media dan anak muda,” kata Reny Septiani. RUL

Silakan komentar disini...