Korban Tewas Gempa dan Tsunami di Sulteng Tembus 2.037 Orang

906
WhatsApp Image 2018-10-10 at 12.18.41
SITUASI beberapa jam pascagempa dan tsunami di kawasan pergudangan Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah. FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Korban tewas akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terjadi pada Jumat, 28 September 2018 hingga Rabu (10/10/2018) pagi terus bertambah.

Berdasarkan data yang diperoleh pada Posko Komando Satuan Tugas Gabungan Paduan (Kogasgabpad), jumlah korban tewas hingga pukul Pukul 08.33 Wita menembus angka 2.037 orang.

Kabag Humas, Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Sulteng, Adiman kepada media ini, Rabu mengatakan, korban tewas sebanyak 2.037 orang itu masing-masing di Kota Palu 1.636 orang, Kabupaten Sigi 222 orang, Kabupaten Donggala 171 orang, dan Kabupaten Parigi Moutong delapan orang.

“Seluruh korban sudah dimakamkan di berbagai tempat,” kata Adiman.

Ribuan jenazah korban itu ada yang dimakamkan secara massal di Poboya sebanyak 899 orang, di Pantoloan 35 orang, pemakaman massal di Donggala 35 orang, dan ada pula yang dimakamkan di pemakaman keluarga 1.068 orang.

Selain 2.037 orang tewas, gempa dan tsunami di Sulteng itu juga mengakibatkan korban luka-luka sebanyak 4.084 orang dan dinyatakan hilang 671 orang.

Sementara rumah rusak akibat gempa dan tsunami yang sudah terdata sebanyak 67.310 unit, dengan rincian di Kota Palu 65.733 unit, di Kabupaten Sigi 897 unit, dan rumah rusak di Donggala 680 unit.

Adapun masyarakat yang mengungsi akibat musibah itu sebanyak 74.044 jiwa, dimana di Kota Palu tercatat 38.621 orang, di Kabupaten Sigi 15.200 jiwa, dan pengungsi Kabupaten Donggala 20.223 orang.

“Hari ini Satgas Gabungan Paduan akan terus melakukan evakuasi korban yang dianggap masih tertimbun reruntuhan bangunan,” ujarnya.

Ia mengatakan, distribusi logistik bantuan akan terus dilakukan ke lokasi pengungsian dan tempat-tempat yang masih terisolasi.

“Untuk Distribusi BBM sudah normal dan stok BBM terjamin. Sementara listrik diupayakan secepatnya dapat normal kembali,” tutur Adiman. CAL

Silakan komentar disini...