22 PNS Tewas Akibat Gempa dan Tsunami di Palu, Ini Identitasnya…

3530
WhatsApp Image 2018-10-11 at 13.02.39
TIM Basarnas saat menemukan jenazah di sekitar jembatan kuning pascagempa dan tsunami di Kota Palu. FOTO: BASARNAS

SultengTerkini.Com, PALU– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) merilis jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang tewas akibat gempa dan tsunami di Kota Palu pada 28 September 2018 lalu.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulteng Mohammad Haris Kariming kepada sejumlah jurnalis di grup WhatsApp, Kamis (11/10/2018) mengatakan, jumlah PNS yang meninggal dunia akibat gempa dan tsunami per 10 Oktober 2018 sebanyak 22 orang.

Haris mengatakan, data jumlah PNS yang meninggal dunia itu berdasarkan laporan sementara dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sulteng.

22 PNS yang meninggal dunia itu kata Haris, 12 orang adalah pria dan 10 wanita, semuanya sudah teridentifikasi.

Mereka itu adalah Evyana Marwati Bangkele (Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng), Purwaningsih (RSUD Undata Palu), Fauziah Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah), Saldyansah Effendy (Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng), Sakina (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Sulteng).

Berikutnya Orisa Bagus Budisetiawan (Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulteng), Nasar (Dinas Perpustakaan dan Arsip Sulteng), Ihsan Dinas Pemuda dan Olah Raga Sulteng), Maryam Pontoh RSUD Undata Palu).

Selanjutnya Abdul Azis Jafar (Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng), St Nurjannah Laratu (Inspektorat Daerah), Rein Refiana (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Sulteng), Herman (RSUD Undata Palu).

Kemudian ada Rusdin (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulteng), Zuraidah (Dinas Promosi dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulteng), Arsyad (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulteng), Zamrin (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulteng), Yosie Dwi Oktora (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulteng).

Berikutnya Batahan Togu L Tobing (Dinas Kehutanan Sulteng), Sandyriel Tandilolo (Dinas Kehutanan Sulteng), Hasmaya (Biro Otonomi Daerah), dan Ratna (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sulteng). CAL

Silakan komentar disini...