Kunjungi Kamp Pengungsi, Pipas Serahkan Bantuan ke Korban Gempa Sulteng

71
WhatsApp Image 2018-11-07 at 13.16.26
KETUA Umum Pipas, Dame Yosefina Liberti Sitinjak foto bersama sejumlah warga di kamp pengungsi Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (7/11/2018). FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, SIGI– Bantuan dari berbagai kalangan kepada para korban gempa, likuefaksi serta tsunami di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah terus mengalir.

Kali ini Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (Pipas) seluruh Indonesia datang dari Jakarta ke Palu untuk menyerahkan langsung bantuan kepada para korban gempa di Sulteng.

Ketua Pipas, Dame Yosefina Liberti Sitinjak menyatakan duka mendalamnya atas jatuhnya korban akibat gempa, likuefaksi dan tsunami yang menerjang sejumlah wilayah di Sulteng.

Atas musibah itu, mendorong dirinya bersama sejumlah pengurus Pipas lainnya untuk datang ke Palu melihat langsung kondisi terkini korban di kamp pengungsi.

Pihaknya juga berkesempatan menyerahkan bantuan kepada para korban di kamp pengungsi Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi pada Rabu (7/11/2018).

Bantuan itu berupa bahan kebutuhan pokok seperti beras, mi, minyak goreng, susu, popok, sabun mandi dan lain-lain.

“Tidak hanya itu kami juga mendirikan MCK (mandi cuci kakus) di tiga titik yang terdampak gempa. Bantuan ini kami berikan sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban atas musibah tersebut,” kata Dame.

Tak hanya itu, Pipas juga memberikan santunan kepada keluarga Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang rumahnya hancur akibat bencana tersebut.

WhatsApp Image 2018-11-07 at 14.03.55
SEJUMLAH relawan Bui Squad turun mengawal dan membantu penyaluran bantuan dari Pipas di kamp pengungsi Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (7/11/2018). FOTO: ICHAL

Sementara itu, Fatmawati, seorang pengungsi asal Desa Mpanau mengaku senang mendapatkan bantuan langsung dari Pipas.

Dimana bantuan yang disalurkan oleh Pipas itu sangat dibutuhkan oleh dirinya dan pengungsi lainnya seperti beras, sabun mandi dan susu.

Meski demikian, Fatmawati bersama sejumlah pengungsi lainnya di kamp mengaku sangat membutuhkan selimut dan obat-obatan, disamping kebutuhan pokok lainnya.

“Kalau sekarang ini kami sangat membutuhkan selimut dan obat-obatan. Semoga kedepannya ini bantuan itu ada,” kata ibu rumah tangga yang mengaku rumahnya hancur dan satu anggota keluarganya meninggal dunia.

Kunjungan Ketua Pipas, Dame Yosefina Liberti Sitinjak dan pengurus lainnya ke sejumlah titik juga didampingi Ketua Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulteng, Suprapto bersama jajarannya. CAL

Silakan komentar disini...