Cegah Wabah Penyakit, Puluhan Toilet Dibangun di Pengungsian Sigi dan Donggala

119
2
YAYASAN Kemanusiaan Muslim Indonesia membangun fasilitas mandi, cuci, kakus di lokasi terdampak gempa dan likuefaksi di Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah. FOTO: IST

SultengTerkini.Com, SIGI– Kesehatan pengungsi merupakan salah satu fokus kerja utama Yayasan Kemanusiaan Muslim Indonesia (YKMI) dalam membantu pemulihan Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala di Sulawesi Tengah (Sulteng) usai diguncang gempa, likuefaksi serta tsunami pada 28 September 2018.

Bekerjasama dengan UNICEF, pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di lokasi terdampak dilaksanakan demi mencegahnya wabah penyakit menular di tenda-tenda pengungsian.

Menurut Penanggung Jawab Program Water, Sanitation& Hygiene (WASH) YKMI di Sulteng, Kaharudin Khaedir, pembangunan fasilitas MCK sudah dilakukan di Kabupaten Donggala dan Sigi.

“Berkat kolaborasi dengan UNICEF, saat ini kami telah membangun 22 blok toilet. Di Gunung Bale 14 blok, Mpanau 6 Blok dan SD 01 Lolu di Sigi 2 Blok. Satu blok terdiri dari 4 pintu toilet. Jika ditotal sebanyak 88 Toilet yang sudah kita bangun. Pembangunan akan terus berlanjut. Kami akan menambah 3 blok MCK. Saat ini kami sedang melakukan proses assessment (11 November 2018,” katanya dalam keterangan tertulisnya kepada SultengTerkini.Com, Selasa (13/11/2018).

Selain itu 12 toilet portable tambahan juga disediakan  untuk memenuhi kebutuhan MCK di posko pengungsian Gunung Bale, Kabupaten Donggala.

“Kami juga bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam penyediaan air bersih di wilayah ini,” ujar Kahar.

Kahar menjelaskan, pembangunan MCK ini dibangun sesuai dengan standar fasilitas toilet umum yang sehat.

“Kami melengkapi lokasi MCK dengan tong sampah, tempat cuci tangan, sabun cuci tangan cair, dan drainase untuk pembuangan limbah dapur,” katanya.

Penyediaan toilet yang dilakukan oleh YKMI merupakan langkah awal untuk mengatasi persoalan-persoalan kesehatan di lokasi pengungsian di Sulteng.

Beberapa rencana strategis telah dibentuk dan akan diaplikasikan dalam beberapa hari ke depan.

“Persoalan tidak hanya ketersediaan toilet saja. Kedepannya kami berencana untuk mendistribusikan air bersih, penyediaan pelayanan pengangkutan sampah dan tinja, membangun 400 toilet beserta tandon air dan tempat cuci tangan. Juga promosi hidup sehat melalui program Water, Sanitation and Hygiene,” pungkas Kahar. CAL

Silakan komentar disini...