1.000 Anak Korban Gempa Sulteng Ikuti “One Day for Children” di Palu

262
WhatsApp Image 2018-12-13 at 15.03.28
SEKITAR 1.000 anak-anak korban gempa, tsunami, serta likuefaksi di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi bermain, menari, dan bergembira bersama dalam acara “One Day For Children” di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Kamis (13/12/2018). FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Sekitar 1.000 anak-anak korban gempa, tsunami, serta likuefaksi di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi bermain, menari, dan bergembira bersama dalam acara “One Day For Children” di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Kamis (13/12/2018).

Acara ini diselenggarakan Kementerian Sosial dengan dukungan Unicef, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Pemerintah Kota Palu, NGO dan NGO Internasional.

Tema yang diangkat adalah “Anak Pasigala (Palu, Sigi, Donggala) Ceria dan Sejahtera”. Tujuan kegiatan ini adalah menghibur anak-anak korban bencana, sekaligus juga merayakan Hari Anak Nasional, Hari Anak Universal dan Hari Relawan se-Dunia tahun 2018.

Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, setiap anak memiliki hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak partisipasi.

Kegiatan One Day For Children diharapkan dapat memupuk percaya diri anak, kemandirian, dan kreativitas sejak dini, serta terpenuhi hak dan kebutuhan dasarnya meskipun berada di lokasi bencana.

“Hari ini adalah hari milik kalian untuk bergembira dan bermain bersama teman-teman. Saya berharap persembahan dari Kementerian Sosial hari ini dapat menghibur kalian semua,” tutur Mensos melalui video yang ditayangkan di panggung acara.

Kendati tak dapat hadir di tengah-tengah anak-anak, Mensos melalui tayangan tersebut menyampaikan pesan kepada anak-anak agar senantiasa belajar, sekolah, bermain, dan selalu berdoa kepada Tuhan.

“Saya memahami kondisi lingkungan tempat tinggal kalian belum pulih sepenuhnya setelah bencana alam beberapa waktu lalu, namun hal ini jangan sampai membuat kalian kehilangan harapan,” tuturnya.

Kepada anak-anak yang berseragam kaus putih ini, Mensos juga menyampaikan salam hangat dari Presiden Joko Widodo untuk seluruh anak-anak Palu, Sigi, dan Donggala.

Presiden berharap anak-anak Pasigala dapat terpenuhi hak dan kebutuhan dasarnya meskipun berada di lokasi bencana.

Acara One Day For Children berlangsung meriah dan penuh tawa anak-anak.

Ada pertunjukan sulap, dongeng anak, wahana bermain anak, penampilan anak-anak berprestasi di bidang menyanyi, menari, olahraga, dan melukis.

Ada pula lomba pidato, lomba berhitung cepat, lomba MTQ, lomba hafalan surat pendek dalam Al Quran, lomba azan, lomba menyanyi, lomba mewarnai, lomba menari, lomba bercerita, serta pameran hasil karya dan kreativitas anak-anak Sulteng.

Kementerian Sosial juga menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Sulawesi Sulteng, Dinas Sosial Sulteng dan NGO dalam dan luar negeri sebagai mitra peduli anak.

Kementerian Sosial juga memberikan bantuan sosial Tabungan Sosial Anak (TASA) untuk 1.131 anak, bantuan social Pondok Ceria Anak untuk 250 anak, bantuan sosial Temu Penguatan Kapasitas Anak dan Keluarga (TEPAK) untuk 420 anak, dan Peksos Goes to School sebanyak 1.450 anak, pemberian 1.000 paket bantuan kepada anak-anak.

Selain itu, Unicef memberikan perlengkapan bayi dan perlengkapan anak sebanyak 10.500 paket, serta tenda perlindungan anak sebanyak 60 unit yang kemudian digunakan untuk panti asuhan dan pondok anak ceria.

Selain diikuti anak-anak, kegiatan ini juga mengundang sejumlah lembaga mitra kerja Kementerian Sosial dalam melakukan upaya perlindungan anak-anak.

Di antaranya UNICEF, UNFPA, Yayasan Sayangi Tunas Cilik, Muhammadiyah Disaster Management Centre, Wahana Visi Indonesia, Yayasan Plan Internasional Indonesia, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), dan lain-lain.

“Kepada semua kementerian, lembaga, Gubernur Sulawesi Tengah, Wali Kota Palu, segenap NGO dan international NGO yang telah bekerja keras di Palu, Sigi dan Donggala dalam melindungi anak-anak korban gempa, tsunami dan likuifaksi saya menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya. Mari kita terus bekerja bersama demi anak-anak Pasigala hingga kelak kondisi mereka benar-benar pulih,” tutur Menteri.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola diwakili Staf Ahli Sitti Norma Marjanu dalam sambutannya mendukung kegiatan ini untuk menghibur dan memulihkan kondisi psikologi, kognitif, dan motorik anak-anak yang ikut terdampak akibat bencana alam pada 28 September 2018 lalu.

Ia mengatakan, dengan kegiatan itu memungkingkan berbagai pihak untuk meluangkan waktunya dalam berbagi dan memberi kepedulian, sehingga anak-anak bisa terakomodir, merasa diperhatikan, dilindungi, dan ikut dipenuhi hak-hak dasarnya.

WhatsApp Image 2018-12-13 at 15.07.26
FOTO: ICHAL

REHABILITASI SOSIAL ANAK

Sementara itu, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto menjelaskan, sejak 29 September 2018 Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak, Kementerian Sosial RI telah mendirikan Sekretariat Bersama (SEKBER) Perlindungan Anak.

Sekber berlokasi di Dinas Sosial Provinsi dan Balai Rehabilitasi Sosial Nipotowe, Kota Palu, bekerjasama dengan UNICEF dalam rangka membantu pemulihan dan rehabilitasi sosial bagi anak-anak Palu, Sigi dan Donggala.

Kementerian Sosial, lanjutnya, juga telah mengerahkan 44 Pekerja Sosial Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak, atau dikenal dengan Sakti Peksos.

“Kemensos berfokus pada tiga hal yaitu Family Tracing dan Reunification (FTR), pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak (termasuk isu perlindungan anak lainnya), serta Layanan Dukungan Psikososial Anak,” terang Dirjen.

Salah satu bentuk layanan dukungan psikososial anak adalah mengkoordinasikan dan melaksanakan Kegiatan Pondok Anak Ceria yang berada di 10 lokasi yakni Balaroa, Dolo Selatan, Donggala, Duyu, Gunung Bale, Kawatuna, Lapangan Walikota Palu, Mamboro Boya, Masjid Agung Palu, dan Mts Alkhairat Mamboro Palu.

Data Sekber Perlindungan Anak mencatat sebanyak 118 kasus anak yang hilang dan dicari keluarganya. Pemerintah dan mitra terkait telah bahu membahu berusaha membantu anak-anak agar bisa berkumpul kembali bersama keluarga.

“Hingga saat ini kami telah berhasil mereunifikasi 30 kasus anak yang terpisah dengan keluarganya,” tutur Dirjen. CAL

Silakan komentar disini...
loading...