Gubernur Sulteng Terima Tanda Penghargaan Dharma Pertahanan

185
WhatsApp Image 2018-12-13 at 14.51.28
GUBERNUR Sulawesi Tengah Longki Djanggola mendapat tanda penghargaan Dharma Pertahanan dalam peringatan Hari Nusantara 2018 yang dipusatkan di Pelabuhan Tangkian, Kabupaten Banggai, Kamis (13/12/2018). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, LUWUK– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo didampingi Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola, Bupati Banggai Herwin Yatim, unsur forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) dan pejabat terkait lainnya menghadiri puncak peringatan Hari Nusantara (Harnus) 2018 yang dipusatkan di Pelabuhan Tangkian, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, Kamis (13/12/2018).

Dalam sambutannya, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, Hari Nusantara 2018 yang mengangkat tema “Perwujudan Kesatuan Nusantara yang Utuh Melalui Deklarasi Juanda Menuju Poros Maritim Dunia” mengandung filosofi mendasar yang dengan gigih telah diperjuangkan selama 25 tahun.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan yang berlimpah harus dikelola dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tjahjo Kumolo juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk mempererat persatuan dan kesatuan terutama dalam rangka pesta demokrasi yang tak lama lagi yakni pemilihan presiden/wakil presiden, DPR RI, DPRD kabupaten/kota dan tingkat provinsi.

“Marilah kita lawan racun demokrasi, lawan ancaman radikalisme, bahaya narkoba dan ancaman lainnya, perlihatkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang demokratis dan besar,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulteng Longki Djanggola dalam sambutannya berpesan agar rangkul dan jadikan laut sebagai kawanmu, bukan musuhmu.

“Laut bukan pemisah, tapi justru pemersatu pengikat dan masa depan anak cucu kita. Sulawesi Tengah dan bagi bangsa dan negara kita Indonesia. Jalesveva Jayamahe, di laut kita jaya, di laut kita digdaya. Sulteng kuat, Sulteng bangkit,” katanya.

Ia mengatakan, peristiwa bencana gempa bumi disusul gelombang laut tsunami dan likuefaksi yang menimpa Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong pada 28 September 2018 lalu kiranya jadi pembelajaran bagi semuanya.

“Bagaimana menata kelola hubungan kita dengan alam, terutama laut sebagai potensi maritim yang harus dikelola secara arif, sinergis, harmoni, dan berkesinambungan,” katanya.

Bupati Banggai Herwin Yatim menambahkan, Hari Nusantara merupakan penegasan dan pengingat bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan pulau-pulau yang indah, memiliki keberagaman budaya, adat istiadat serta potensi ekonomi yang dapat digali secara maksimal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi kelautan.

Menurutnya, Indonesia memiliki jati diri sebagai bangsa maritim dan acara ini dimaksudkan untuk membangun Indonesia sebagai negara maritim yang maju dan mandiri dan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Dipilihnya Pelabuhan Tangkian, Banggai sebagai lokasi Peringatan Hari Nusantara karena merupakan salah satu poros maritim nusantara yang telah dikembangkan dan menjadi jalur logistik nasional yang dapat menggerakkan roda ekonomi Indonesia bagian timur.

Pada kesempatan itu pula, Gubernur Longki mendapat tanda penghargaan Dharma Pertahanan sesuai Keputusan Menteri Pertahanan Nomor: KEP/1454/M/XII /2018 tanggal 3 Desember 2018.

Selain gubernur, sejumlah pejabat tinggi lainnya juga mendapat penghargaan serupa yakni dari unsur TNI, Polri dan Bupati Herwin Yatim. CAL

Silakan komentar disini...