Dinilai Asal Bangun, Huntara di Sirenja Terendam Banjir Rob

494
WhatsApp Image 2018-12-23 at 19.59.42
KONDISI pembangunan hunian sementara di Desa Lende, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala yang sedang dibangun namun kini terendam banjir rob. FOTO: IST

SultengTerkini.Com, DONGGALA– Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Penyelenggaraan Penanganan Bencana 28 September 2018 DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), Muhammad Masykur menyayangkan kondisi pembangunan hunian sementara (huntara) di Desa Lende, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala.

Pasalnya huntara yang sedang dibangun tersebut belum jadi, namun sudah terendam banjir rob.

Diketahui sebanyak 10 unit huntara sedang dibangun di Desa Lende dengan kapasitas 120 bilik yang diperuntukkan kepada 120 kepala keluarga korban gempa dan tsunami dengan pelaksana pembangunan oleh PT Nindiya Karya.

“Kita sangat sayangkan model pembangunan huntara seperti ini. Sepertinya dibangun karena sedang kejar tayang. Tidak ada survei dan pertimbangan kondisi lapangan,” kata Masykur kepada SultengTerkini.Com, Ahad (23/12/2018) malam.

Ia mengatakan, bagaimana mungkin huntara dibangun di lokasi yang jelas-jelas tenggelam akibat terjangan banjir rob.

“Lantas mereka datang atas nama penanganan bencana, bangun sana bangun sini tanpa mengecek kondisi dan situasi lokasi,” kesal Masykur.

“Nah hasilnya apa? Huntara yang dibangun belum dihuni sudah terendam banjir rob. Inikan namanya proyek mubazir dan menghabiskan uang rakyat,” kata politisi Nasdem itu.

Menurut Masykur, kabarnya sudah sejak awal warga sudah mengingatkan lokasi tersebut tidak layak dibangun huntara.

Dikarenakan selain berada di pinggir pantai, memang wilayah tersebut sudah jadi langganan banjir rob pasca bencana 28 September 2018 lalu.

Lebih parah lagi jika pada akhirnya huntara tersebut tidak jadi dihuni warga karena banyak faktor, terutama faktor kenyamanan dan rasa aman, kata Masykur. CAL

Silakan komentar disini...