Fakta-fakta Penemuan CVR Lion Air PK-LQP

76
9ddbf486-4a84-4536-8870-da9fd2129562_169
CVR Lion Air/Foto: Pradita Utama

SultengTerkini.Com, JAKARTA– Cokcpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LQP akhirnya ditemukan. CVR Lion Air ditemukan di perairan Karawang setelah proses pencarian CVR dilanjutkan awal Januari.

Pencarian ini dilakukan tim KNKT bersama TNI AL. Menggandeng Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dengan mengerahkan KRI Spica-934. Pencarian dimulai pada Selasa (8/1).

Berikut fakta-fakta penemuan CVR Lion Air:

CVR Terdekteksi KRI Spica, Penyelam Diterjunkan

CVR Lion Air terdeteksi lewat alat canggih yang dibawa KRI Spica di koordinat 05 48 46,503 S – 107 07 36,728 T di perairan Tanjung Karawang.

Sebanyak 18 orang tim penyelam dari Dislambair Koarmada dan 3 personel Kopaska melakukan penyelaman termasuk Serda Satria Margono. Serda Margono menyebut tim penyelam terjun ke perairan Karawang pada sekitar pukul 08.30 WIB dan bisa menemukan CVR Lion Air pada 08.48 WIB.

CVR Lion Air ditemukan di dasar laut dengan kedalaman 30 meter. CVR tertimbun lumpur sekitar 20 cm.

CVR Dikeringkan lalu Diunduh

CVR Lion Air PK-LQP yang ditemukan akan langsung dibawa ke kantor Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Pengeringan CVR hingga pengunduhan data diperkirakan sekitar 3-5 hari.

“Dengan ditemukan CVR, maka selanjutnya akan diproses di fasilitas black box KNKT melalui proses pengeringan pembersihan dan selanjutnya pengunduhan data dari CVR. Kita harap proses ini memakan waktu 3-5 hari, kita harapkan sudah bisa mengunduh data dalam black box,” ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/1/2019).

Sedangkan analisis atas data CVR, menurut Soerjanto, bergantung pada kompleksitas data.

Yang Dianalisis dari CVR Lion Air

KNKT berharap rekaman di kokpit sebelum penerbangan tujuan Pangkalpinang juga masih terekam.

“Ada proses penerbangan sebelumnya sekitar setengah jam. Harapannya, kita masih tangkap penerbangan Denpasar-Jakarta,” ujar Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo.

Sedangkan pada rute Jakarta-Pangkalpinang, KNKT menganalisis data selama 13 menit, sebelum pesawat hilang kontak. Pesawat kemudian dinyatakan jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018.

“CVR ini isinya suara yang ada di kokpit, pembicara di kokpit. Pembicaraan semua ada di sini. Kita kan sudah ada FDR. Nah, yang kita pengin dengar itu waktu ada masalah ini apa diskusi yang terjadi antarpilotnya. Bagaimana mengambil keputusan, alasannya apa. Nah itulah yang kita pengin lihat,” papar Nurcahyo.

Diduga Bagian Tubuh Korban Lion Air Ditemukan

Selain menemukan cokcpit voice recorder (CVR) Lion Air, tim Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) juga menemukan diduga bagian tubuh korban. Kebanyakan yang ditemukan berupa tulang belulang.

“Dan selama proses pengangkatan (CVR), untuk human remains tetap kita angkat semampu yang kita punya dan kita dapat ada sisa-sisa kurang lebih 7 kg. Itu sudah dibungkus dan kita serahkan pihak berwenang untuk mengidentifikasi apabila memungkinan dan apablia teridentifkasi akan diberikan ke keluarga apabila dikehendaki,” ujar Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro.

Temuan ini menurut Harjo akan diserahkan secara simbolis dari Koarmada I ke perwakilan maskapai Lion Air. Sedangkan identifikasi bagian dari tubuh diduga korban diserahkan ke pihak berwenang.

(sumber: detik.com)

Silakan komentar disini...