Firman Lapide Dapat Doa Restu dari Pue Ratu Hindia Lasadindi

177
WhatsApp Image 2019-03-09 at 15.54.50
FIRMAN Lapide di tengah keluarga Tokoh masyarakat Sulawesi Tengah, Pue Ratu Hindia Lasadindi (Ndo’o Bose) anak dari Pue Lasadindi (Mangge Rante) di kediamannya Desa Enu, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sabtu (9/3/2019). FOTO: IST

SultengTerkini.Com, DONGGALA– Waktu akhir pekan dimanfaatkan Firman Lapide, calon legislatif (caleg) DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah (Sulteng) dari Partai Gerindra bersama tim relawan Kafila mengunjungi tokoh masyarakat setempat.

Firman Lapide bersama tim relawannya pada Sabtu (9/3/2019) mengunjungi Tokoh masyarakat Sulteng, Pue Ratu Hindia Lasadindi (Ndo’o Bose) anak dari Pue Lasadindi (Mangge Rante) tepatnya di Desa Enu, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala.

Pada kunjungannya, caleg DPR RI dan sekaligus pengusaha getah pinus tersebut mendapatkan petuah khusus dari Pue Ratu.

Ia diminta aktif untuk mendekatkan diri dan selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Pendekatan bersama masyarakat, memperkenalkan diri dan berjuang untuk rakyat,” kata Pue Ratu.

Ia menambahkan, banyak caleg-caleg dari partai lain yang mengunjungi dirinya hanya untuk mencari dukungan suara.

“Kami banyak ditemui caleg-caleg partai lain yang datang ke sini di waktu yang mepet sebelum pemilihan, setelah terpilih dia lupa. Kami tidak mau seperti itu, jadi kami inginkan untuk membangun tali silaturahmi seterusnya,” pungkasnya.

Sementara itu menurut Firman, dirinya menyambangi warga bukan karena mau jadi caleg saja, tapi ini sudah merupakan kewajiban baginya untuk menjalin silaturahmi di antara sesama, sehingga bisa saling mengenal satu sama lain dan tidak pernah membedakan suku, ras dan agama, tapi melihat saudara semua.

“Saya dari dulu sampai sekarang sangat senang mengunjungi masyarakat. Tujuannya hanya ingin bersilaturahmi, menyapa mereka dan saling mengenal, betapa indahnya hidup dalam kebersamaan,” tuturnya.

Ia bertekad jika dirinya terpilih menjadi anggota DPR RI Dapil Sulteng nanti justru ingin lebih dekat lagi dengan masyarakat, sehingga apa yang dikeluhkan oleh mereka akan lebih cepat direspon, selama ini yang dirasakan oleh masyarakat ketika disampaikan aspirasinya. CAL

Silakan komentar disini...
loading...