Diperiksa Terkait Hoax, Pemred Mercusuar Sebut Terlapor YB Seorang Politisi

46
IMG-20190524-WA0057
PEMIMPIN Redaksi Harian Mercusuar, Tasman Banto diwawancarai sejumlah jurnalis di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Tengah terkait kasus hoax oleh para terlapor yang mencatut nama medianya. FOTO: MUHAMMAD

SultengTerkini.Com, PALU– Proses penyelidikan oleh penyidik Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) terhadap kasus berita bohong alias hoax berjudul ‘Longki Djanggola membiayai aksi People Power di Sulteng’ dengan mencatut nama koran Harian Mercusuar beberapa waktu lalu hingga kini masih terus bergulir.

Setelah Gubernur Sulteng Longki Djanggola dimintai keterangan pihak penyidik Polda Sulteng pada Senin (20/5/2019) lalu, kini giliran Pemimpin Redaksi (pemred) Harian Mercusuar, Tasman Banto diwawancarai.

Tasman menjalani pemeriksaan selama tiga jam sejak pukul 10.00 sampai 13.00 Wita di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulteng dengan lima pertanyaan, Kamis (24/5/2019).

Saat dimintai keterangan, Tasman membenarkan salah satu nama terlapor penyebar hoax di media sosial (medsos) dengan nama akun YB merupakan seorang politisi.

“Kalau dua nama itu saya tidak tahu, karena waktu dilaporkan, akunnya sudah ditutup. Kalau satunya lagi, iya benar dia seorang politisi,” katanya kepada media ini.

Saat diwawancarai terkait peranan inisial YB itu, Tasman mengaku bukan hanya melalui Facebook (FB), tapi juga WhatsApp dimanfaatkan menyebarkan berita bohong itu melalui grup medsos.

“Bukan cuma FB, di WA juga dia sebar itu berita,” ungkapnya.

Selain inisial YB, penyidik juga menanyakan terkait dua nama terlapor lainnya, yakni pemilik akun FB berinisial DQ dan MH.

Jurnalis senior itu menjawab sama sekali tidak mengenal dua nama terlapor tersebut. Sebab saat akan dilaporkan, dua akun FB yang digunakan menyebarkan berita bohong sudah ditutup pemiliknya.

Saat penyidik menelusuri soal hubungan dengan nama-nama terlapor, Tasman mengakui hanya sebatas mitra kerja.

Selain dari itu, tidak memiliki hubungan apapun.

“Saya ditanyakan apa hubungannya saya dengan nama-nama terlapor, saya jawab sebatas mitra kerja,” jelasnya.

Mantan jurnalis Tribun itu juga membantah saat ditanyakan terkait hubungan politik antara pengedit dan penyebar hoax dengan pihak Mercusuar.

Menurutnya, kasus tersebut tidak memiliki hubungan apapun dengan politik.

“Jangankan maksud dibalik berita hoax, orangnya saja saya tidak kenal,” ungkapnya.

Sebelumnya, Tasman Banto bersama tim hukum Pemerintah Provinsi Sulteng mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Subdit V Cyber Crime Polda Sulteng, di Mapolda Sulteng, Senin (20/5/2019) untuk melaporkan tiga nama penyebar hoax di medsos.

Berdasarkan tanda bukti laporan pengaduan Nomor TBLP/31/V/2019/Ditreskrimsus tertanggal 20 Mei 2019, tiga nama terlapor yakni pemilik FB berinisial DQ dan MH, serta YB sekaligus pemilik WhatsApp. MAD

Silakan komentar disini...
loading...