Pencarian Penumpang Kapal Tenggelam di Bangkep Masih Nihil

47
WhatsApp Image 2019-06-07 at 21.19.53
TIM SAR gabungan bersiap turun melakukan pencarian dan pertolongan terhadap 17 korban Kapal Motor Lintas Timur yang tenggelam di perairan antara Selatan Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah dan Taliabu, Maluku Utara, Jumat (7/7/2019). FOTO: IST

SultengTerkini.Com, PALU– Upaya pencarian terhadap 17 korban Kapal Motor (KM) Lintas Timur yang tenggelam di perairan antara Selatan Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Taliabu, Maluku Utara pada Jumat (7/7/2019) belum membuahkan hasil alias masih nihil.

Kepala Kantor Basarnas Palu, Basrano mengatakan, pencarian hari ini yang dimulai pada pukul 07.00 Wita telah dilakukan penyisiran oleh KN SAR Bhisma hingga pukul 17.10, namun belum ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban.

Selanjutnya pada pukul 17.15 Wita KN SAR Bhisma kembali ke Dermaga Tangkiang arah 328° dari poss Exit Point.

Selain KN SAR Bhisma penyisiran juga dilakukan dengan menggunakan Sea Reader dan rubber boat, menyisir di pulau-pulau kecil seperti pulau tikus dan lokasi lainnya yang dicurigai adanya korban, namun kembali tidak ada satupun tanda-tanda yang ditemukan.

“Pencarian akan dilanjutkan besok hari. Seluruh tim laut sandar dan standby di dermaga Tangkiang,” katanya.

Sementara itu, Helikopter Super Puma yang rencana awal melakukan pencarian udara belum bisa dilaksanakan dikarenakan cuaca yang tidak bersahabat.

Adapun unsur yang terlibat yaitu Basarnas 27 orang (KN SAR Bhisma, rubber boat dan searider), TNI AU Lanud Hasanuddin Makassar 13 orang dengan menggunakan Super Puma), TNI AD 10 orang, TNI AL lima orang, Polairud Polda Sulteng lima orang dan KP3 laut dua orang.

Sementara itu, Tim SAR Direktorat Polairud Polda Sulteng melaksanakan konsolidasi dan APP bersama unsur SAR lainnya di Dermaga Tangkian.

Direktur Polairud Polda Sulteng Kombes Polisi Indra Rathana mengatakan, unsur tim SAR gabungan terdiri atas Direktorat Polairud Polda Sulteng, Basarnas, dan TNI.

“Kegiatannya melakukan pencarian di lokasi atau area perairan Pulau Tikus,” kata Indra kepada media ini, Jumat.

Menurutnya, seluruh tim SAR melakukan pemantauan di atas KN Bhisma pada dua titik way point.

Tim SAR gabungan menggunakan Rubberboat melaksanakan pemantauan di pesisir pantai sampai Perairan Batui.

Ia mengatakan, pada proses pencarian itu tinggi gelombang untuk wilayah Luwuk mencapai 2 meter yang terjadi pada pukul 11.00 hingga 16.00 Wita serta cuaca mendung dan berubah-ubah.

“Proses pencarian hari ini nihil, belum menemukan korban,” ujar orang pertama di Direktorat Polairud Polda Sulteng itu.

Ia menambahkan, pencarian terhadap korban hari ini dihentikan sementara karena waktu sudah malam atau gelap.

“Kegiatan SAR berikutnya akan dilanjutkan pada besok hari sesuai rencana pukul 07.30 Wita,” pungkas Indra Rathana.

Kapal kargo KM Lintas Timur dengan berat 1.720 GT dan panjang 80,10 meter yang membawa muatan semen 3.000 lebih sak tersebut berangkat dari Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara pada 28 Mei lalu dengan tujuan Pelabuhan Morowali, Sulawesi Tengah. Diperkirakan kapal itu tenggelam pada 1 Juni 2019 di sekitar Perairan Bangkep dan Taliabu, Maluku Utara. CAL

Silakan komentar disini...
loading...