Banjir Bandang Morowali Putuskan Dua Jembatan, Ratusan Warga Mengungsi

65
WhatsApp Image 2019-06-09 at 11.44.24
SUASANA terkini di jembatan Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali yang putus akibat diterjang banjir bandang, Ahad (9/6/2019). FOTO: IST

SultengTerkini.Com, MOROWALI– Proses pendistribusian logistik ke Kecamatan Bungku Barat dan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah terhambat akibat terputusnya dua jembatan jalur Trans Sulawesi.

Hujan lebat yang menerjang Kecamatan Bungku Barat dan Kecamatan Bahodopi terjadi pada Sabtu (8/6/2019) mengakibatkan banjir bandang hingga terputusnya dua jembatan Trans Sulawesi.

Dua jembatan yang putus itu yakni jembatan Larobenu di Kecamatan Bungku Barat dan jembatan Dampala, Kecamatan Bahodopi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morowali, Napsahu Salili berharap saat ini sangat dibutuhkan jembatan darurat untuk mendistribusikan logistik ke warga terdampak, salah satunya puluhan ribu karyawan PT IMIP.

“Langkah antisipasi kebutuhan logistik karyawan di PT IMIP serta masyarakat harus didistribusikan secepatnya,” katanya saat dihubungi media ini.

Napsahu melaporkan sekitar 300 warga dari dua kecamatan mengungsi ke tenda pengungsian. Saat ini BPBD Morowali telah menyiapkan dapur umum.

“Ditambah dengan karyawan PT IMIP, maka secara keseluruhan dibutuhkan sekitar puluhan ton logistik sangat dibutuhkan saat ini,” ungkapnya.

Selain jembatan, jalur laut tidak memungkinkan untuk mendistribusikan logistik. Pasalnya, tingginya gelombang laut menghambat proses pendistribusian ke lokasi terdampak banjir dan ke perusahaan PT IMIP.

Napsahu menyampaikan tidak ada korban jiwa atas banjir bandang tersebut. Namun terdapat dua rumah hanyut terbawa banjir.

“Jumlah korban jiwa tidak ada, namun ada dua rumah yang hanyut terbawa banjir,” katanya. MAD

Silakan komentar disini...
loading...